- Saham RMKE melesat 1.000% YoY; target laba bersih 2026 capai Rp800 miliar.
- Kapasitas pelabuhan naik ke 28 juta ton demi dukung volume logistik batu bara.
- RMKE siap bagikan dividen Rp40 miliar lebih dan terbitkan obligasi Rp600 miliar.
Suara.com - Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) menjadi primadona pasar modal setelah mencatatkan kenaikan fantastis lebih dari 1.000% secara year-on-year (YoY). Menutup perdagangan Rabu (7/1/2026), saham RMKE bertengger di level Rp6.775, melonjak drastis dari kisaran Rp480-an pada awal tahun lalu.
Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Performa saham RMKE ditopang oleh fundamental yang kian kokoh seiring pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan mulai 2026. Regulasi ini menjadikan jalur hauling khusus dan infrastruktur kereta api milik RMKE sebagai solusi distribusi utama yang strategis.
Menyongsong tahun 2026, RMKE telah menuntaskan pembangunan jalan hauling baru yang terhubung dengan tiga pelanggan baru (WSL, DBU, dan MME). Ketiganya diproyeksikan menyumbang tambahan volume hingga 3 juta ton tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume, Perseroan tengah melakukan ekspansi masif dengan meningkatkan kapasitas dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun, meningkatkan kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun dan target layanan logistik diprediksi melonjak dari 8 juta ton di 2025 menjadi 12 juta ton di 2026.
Secara finansial, RMKE memproyeksikan pendapatan mencapai Rp4,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp800 miliar pada akhir 2026.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen dengan rasio minimal 20%.
“Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Vincent.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, RMKE berencana menerbitkan obligasi senilai Rp600 miliar pada Februari 2026 dengan kupon yang lebih kompetitif. Menariknya, meskipun agresif melakukan ekspansi, rasio utang (Debt to Equity Ratio/DER) perusahaan tetap terjaga rendah di level 0,6 kali.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai RMKE telah berhasil bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi. "Ini memberikan stabilitas pendapatan sekaligus membuka ruang pertumbuhan di tengah pengetatan regulasi angkutan batu bara," pungkasnya.
Baca Juga: IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN