- Rhenald Kasali menyampaikan bisnis 2026 akan didorong Big Data dan AI, menyoroti emosi publik media sosial sebagai penggerak utama.
- Perbedaan persepsi kebenaran antara generasi tua dan muda menciptakan celah risiko kejahatan ekonomi berbasis AI canggih.
- Tren Gen Z menolak jabatan manajerial karena stres tinggi, memilih menjadi kontributor individual demi fleksibilitas dan uang.
Suara.com - Lanskap bisnis Indonesia tengah bersiap menghadapi guncangan transformasi paling radikal dalam sejarah.
Bukan sekadar soal kemajuan teknologi, melainkan pergeseran fundamental pada cara publik memaknai kebenaran, bekerja, dan mengambil keputusan ekonomi.
Pesan kuat ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia sekaligus pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, dalam ajang Breakfast Talk: Business Outlook 2026 di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Rhenald, tahun 2026 akan menjadi titik di mana politik, media, dan bisnis menyatu dalam ekosistem yang digerakkan oleh Big Data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI).
Namun, di balik kecanggihan tersebut, emosi publik di jagat maya menjadi kemudi utama yang sulit diprediksi.
Jurang Persepsi Antar-Generasi
Salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha saat ini adalah perbedaan tajam dalam menyerap informasi antara generasi tua dan generasi muda.
Rhenald menyoroti bagaimana media sosial telah menggeser definisi "kenyataan" bagi Gen Z.
“Bagi Gen Z, apa yang ada di internet itu adalah kebenaran, nyata. Sementara bagi orang tua, yang real adalah apa yang mereka alami langsung. Bagi generasi tua, media sosial, kebenarannya mungkin hanya 20 persen,” ujar Rhenald.
Baca Juga: Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun
Perbedaan persepsi ini menciptakan celah keamanan yang rawan. Media sosial bukan lagi sekadar platform komunikasi, melainkan medan baru bagi kejahatan ekonomi berbasis phishing dan disinformasi yang semakin canggih berkat AI.
“Dulu, AI bisa ditipu manusia. Tapi sekarang, AI-lah yang menipu manusia,” tegasnya, merujuk pada ancaman penipuan digital yang kian sulit dibedakan dari kenyataan.
Fenomena 'Conscious Unbossing': Gen Z Enggan Jadi Bos
Dari sisi ketenagakerjaan, dunia korporasi di tahun 2026 diprediksi akan menghadapi krisis kepemimpinan di level menengah.
Rhenald menyoroti tren “conscious unbossing”, di mana talenta muda secara sadar menolak promosi untuk menduduki jabatan manajerial.
Mengutip data Robert Walters, Rhenald memaparkan fakta mengejutkan, yakni 52 persen Gen Z tidak memiliki keinginan untuk memegang posisi manajemen menengah, dan 72 persen lebih memilih jalur karier sebagai kontributor individual.
Berita Terkait
-
Disinformasi Dinilai Bisa Goyang Kepercayaan Investor dan Iklim Usaha pada 2026
-
Strategi KB Bank Mengejar Posisi 10 Bank Terbesar
-
Emiten TRON Perkuat Bisnis Kendaraan Listrik, Jajaki Pengadaan 2.000 Unit EV
-
Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi
-
Bisnis Mixue Hadir di Amerika Serikat, Netizen: McDonald's Ketar-ketir?
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Purbaya Umumkan Daftar 20 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Tak Ada Suahasil-Misbakhun
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang
-
Pemerintah Soroti Perlindungan Merek dan Inovasi UMKM Agar Bisa Naik Kelas