- Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) memproyeksikan kinerja usaha triwulan IV 2025 tetap baik dengan Saldo Bersih Tertimbang 10,61 persen.
- Kinerja positif didorong peningkatan aktivitas Natal dan tahun baru yang menaikkan permintaan domestik di berbagai lapangan usaha.
- Responden memperkirakan kegiatan usaha triwulan I 2026 akan meningkat, didukung musim panen dan antisipasi Ramadan.
Suara.com - Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) memproyeksikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 tetap terjaga.
Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 persen.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) tercatat positif dengan SBT tertinggi pada LU Jasa Keuangan.
Disusul oleh LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor, LU Industri Pengolahan, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, LU Informasi dan Komunikasi, serta LU Pe nyediaan Akomodasi dan Makan Minum.
"Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dia juga mengatakan, kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 tetap terjaga pada level 73,15 persen.
Perkembangan kapasitas produksi ditopang oleh sejumlah LU, yaitu LU Pengadaan Listrik serta LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.
"Sementara itu, keuangan dunia usaha secara umum tetap dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah," bebernya.
Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Isi Posisi Calon Deputi Gubernur BI, Juda Agung Udah Resign Sejak 13 Januari
Kegiatan usaha diprakirakan meningkat terutama pada LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sejalan dengan masuknya musim panen, serta LU Industri Pengolahan, LU Transportasi dan Pergudan gan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H.
Berita Terkait
-
Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?
-
Berkah Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Tembus Rp3,98 Triliun
-
Cek di Sini Jadwal Lengkap Pengumuman BI-Rate Tahun 2026
-
Kredit Nganggur Tembus Rp2,509 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Uang Beredar Tembus Rp9891,6 Triliun per November 2025, Ini Faktornya
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar
-
OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing
-
Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028