- MSCI Inc. mengkaji perubahan metodologi indeks pada Januari 2026, memicu potensi penarikan dana asing lebih dari US$2 miliar dari bursa saham Indonesia.
- Kajian MSCI fokus memperketat definisi *free float*, yang mana Indonesia memiliki rata-rata terkecil di Asia-Pasifik, mengancam saham emiten besar seperti BRPT dan CUAN.
- Likuiditas pasar saham diperkirakan menurun drastis dan volatilitas meningkat jika aturan pengetatan *free float* diadopsi, membebani Rupiah.
Saat ini, posisi Rupiah sudah mendekati rekor terendah akibat hengkangnya dana asing dari pasar obligasi.
Ketidakpastian mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga defisit anggaran serta independensi Bank Indonesia turut memperkeruh sentimen investor.
Analis Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam, mengibaratkan saham dengan free float rendah sebagai "barang museum": investor bisa melihat nilainya yang melonjak, namun tidak bisa membeli dalam jumlah yang cukup karena likuiditas yang kering.
Berdasarkan data Bloomberg, lebih dari 200 saham di BEI memiliki free float di bawah 15%.
Kondisi ini dianggap mendistorsi performa IHSG yang sebenarnya, sekaligus meningkatkan risiko manipulasi harga akibat perdagangan yang tipis.
Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan jika aturan pengetatan data KSEI ini diadopsi, maka likuiditas pasar akan menurun drastis dan memicu volatilitas tinggi karena investor institusi global dipastikan akan memangkas porsi aset mereka di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara