Bisnis / Makro
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:27 WIB
Bakrie & Brothers (BNBR) [Antara]
Baca 10 detik
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana *right issue* 90 miliar saham Seri E guna memperkuat struktur permodalan.
  • Dana hasil aksi korporasi ini diprioritaskan untuk unit usaha jalan tol Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dan pelunasan utang.
  • Pemegang saham yang tidak ikut akan mengalami potensi dilusi kepemilikan saham hingga maksimal sebesar 33,33 persen.

Suara.com - Emiten milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalannya.

Perseroan berencana melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue sebanyak 90 miliar lembar saham.

Saham baru yang akan diterbitkan tersebut merupakan saham Seri E dengan nilai nominal dipatok sebesar Rp12 per unit. Seluruh saham anyar ini akan diambil dari portepel (saham dalam simpanan) perseroan.

Langkah korporasi ini diprioritaskan untuk mengoptimalkan struktur pendanaan pada unit usaha jalan tol, yakni Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Sebagai informasi, CCT telah resmi diakuisisi oleh anak usaha BNBR, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), pada awal tahun lalu.

Selain untuk menyokong operasional tol tersebut, dana segar yang diperoleh dari hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa poin krusial:

Pelunasan Kewajiban: Membayar utang perseroan maupun entitas anak kepada para kreditur.

Modal Kerja: Mendukung kebutuhan operasional harian BNBR dan anak usahanya.

Ekspansi Bisnis: Mempercepat pengembangan usaha yang sedang berjalan.

Baca Juga: Daftar Saham UMA Hari Ini 19 Januari 2026, BEI Ungkap Penyebabnya

Manajemen BNBR menegaskan memiliki otoritas untuk menyesuaikan rincian alokasi dana tersebut dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta faktor kelayakan lainnya demi pengelolaan modal yang paling optimal.

Aksi korporasi ini membawa konsekuensi bagi pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya.

Investor yang tidak berpartisipasi dalam right issue ini akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 33,33 persen.

Untuk memuluskan rencana ini, BNBR akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026

Waktu: 14.00 WIB

Load More