- BEI mencabut suspensi saham PT Pool Advista Finance (POLA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) efektif sejak Selasa, 20 Januari 2026.
- Kedua saham tersebut langsung masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA) setelah dibuka kembali.
- Suspensi sebelumnya diterapkan karena kedua emiten mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam periode waktu satu hingga tiga bulan.
Suara.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengakhiri masa penghentian sementara (suspensi) terhadap saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS).
Berdasarkan keputusan resmi tersebut, kedua emiten ini telah diizinkan kembali melantai di bursa mulai perdagangan sesi I, Selasa (20/1/2026).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengonfirmasi bahwa pembukaan kembali aktivitas transaksi ini berlaku secara efektif baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
"Suspensi atas saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dibuka kembali mulai sesi I tanggal 20 Januari 2026," jelasnya dalam pernyataan tertulis.
Meskipun perdagangan telah dibuka kembali, kedua saham tersebut langsung masuk ke dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).
Pada pembukaan sesi I melalui skema Periodic Call Auction pagi ini, pergerakan harga kedua saham terpantau belum menunjukkan fluktuasi yang agresif.
- Saham POLA: Bertahan stabil di level Rp101 per lembar saham.
- Saham NSSS: Bergerak mendatar di posisi harga Rp1.250 per lembar saham.
Secara khusus, saham NSSS dikenakan status FCA selama satu pekan ke depan. Hal ini merupakan konsekuensi dari masa suspensi sebelumnya yang berlangsung cukup lama, yakni hingga satu minggu penuh.
Langkah suspensi yang dilakukan bursa sebelumnya bukan tanpa alasan. Kedua emiten tersebut tercatat mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan dalam periode singkat:
1. Performa Saham POLA Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham emiten pembiayaan ini telah melesat tajam sebesar 98,04 persen dari harga Rp51. Jika ditarik lebih jauh ke belakang, dalam tiga bulan terakhir (triwulan), POLA bahkan mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 206,06 persen dari level harga Rp33.
Baca Juga: Bocoran dari Bos BEI, Ada Perusahaan Konglo Mau IPO Tahun 2026
2. Performa Saham NSSS Senada dengan POLA, emiten perkebunan sawit NSSS juga menunjukkan tren penguatan yang luar biasa. Meski saat ini terkunci di level Rp1.250, saham ini telah tumbuh sebesar 83,82 persen dalam sebulan terakhir dari harga Rp680. Secara kumulatif dalam tiga bulan terakhir, NSSS telah melonjak 123,21 persen dari posisi awal di Rp560.
Dengan kembalinya kedua saham ini ke papan perdagangan, BEI mengimbau para investor untuk tetap berhati-hati dan mencermati setiap informasi yang disampaikan oleh emiten.
Status pengawasan khusus (FCA) menandakan adanya volatilitas atau kondisi tertentu yang memerlukan kewaspadaan lebih dalam pengambilan keputusan investasi.
Investor diharapkan mempertimbangkan profil risiko masing-masing, mengingat mekanisme perdagangan Periodic Call Auction pada saham berstatus FCA memiliki karakteristik yang berbeda dengan perdagangan reguler pada umumnya.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Pencabutan status suspensi tidak menjamin keamanan nilai investasi di masa depan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mendalam sebelum melakukan transaksi di pasar modal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan