- Menperin Agus Gumiwang mendukung penyelamatan PT Sritex dari likuidasi melalui konsep kepemilikan yang berbeda.
- Pemerintah berencana membentuk BUMN sektor tekstil dengan mengakuisisi Sritex untuk menjaga kegiatan ekonomi dan tenaga kerja.
- Kemenperin fokus pada penguatan industri TPT dari hulu ke hilir, termasuk restrukturisasi peralatan dan teknologi.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, merespons rencana pemerintah yang akan berupaya menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex.
Perusahaan tekstil raksasa itu diketahui telah dinyatakan pailit beberapa waktu lalu.
Agus menilai, akan sangat disayangkan apabila Sritex harus dibubarkan melalui mekanisme penjualan seluruh aset atau likuidasi.
Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah yang ingin menjaga agar perusahaan tersebut tetap bisa berjalan.
"Sritex itu sayang kalau memang harus kita likuidasi. Sayang. Jadi memang kalau bisa kita selamatkan dengan konsep ownership yang berbeda, saya kira itu," ucap Menperin Agus saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Menurut Agus, penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) juga terus menjadi perhatian pemerintah.
Ia menyebut, upaya penguatan dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk menyiapkan solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi sektor tersebut.
Agus menuturkan, Kemenperin berupaya menghadirkan kebijakan yang menyentuh berbagai level industri, termasuk industri kecil di sektor tekstil.
Salah satu langkah yang didorong adalah restrukturisasi peralatan dan mesin yang digunakan pelaku industri.
Baca Juga: Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan
"Kita untuk memperhatikan sektor tekstil dari, dari dulu sudah ada ya, karena kita salah satu yang menjadi perhatian dari sektor TPT itu kan masalah teknologi, masalah peralatan," jelasnya.
"Ya itu yang terus-menerus kita berikan perhatian dengan adanya program restrukturisasi ya yang kita berikan," dia menambahkan.
Ia mengakui, persoalan teknologi dan peralatan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus dihadapi industri TPT. Karena itu, program restrukturisasi dinilai penting untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan industri.
Sebelumnya, pemerintah dikabarkan berencana membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil. Rencana itu disebut akan diwujudkan melalui pengambilalihan Sritex yang tengah mengalami kebangkrutan.
Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan keberlangsungan kegiatan ekonomi perusahaan tekstil besar itu. Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk melindungi ribuan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada Sritex.
Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg), Prasetyo Hadi, mengatakan, pembentukan BUMN tekstil masih berada dalam tahap proses. Pemerintah menargetkan proses itu bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0
-
Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya
-
Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur
-
Hadapi Tarif Baru AS, Pemerintah Dorong IKM Furnitur Garap Pasar Nontradisional
-
Nilai Tambah Industri Pengolahan RI Peringkat 1 ASEAN Kalahkan Thailand
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan