- Rupiah dibuka melemah pada Selasa (20/1/2026) di level Rp16.963 per dolar AS, terpuruk 0,04% dari penutupan sebelumnya.
- Mata uang Asia lainnya bervariasi; Won Korea Selatan menguat terbesar 0,51% dibandingkan mata uang regional lain.
- Analis memprediksi pelemahan rupiah terbatas karena investor menanti hasil RDGBI serta mencermati isu domestik.
Suara.com - Nilai tukar masih betah di zona merah pada hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (20/1/2026) dibuka pada level Rp16.963 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk. Alhasil, rupiah melemah 0,04 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp16.956 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.981 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,51 persen.
Selanjutnya, ada baht Thailand yang melesat 0,43 persen dan peso Filipina yang menanjak 0,23 persen.
Disusul, yen Jepang yang terkerek 0,11 persen. Berikutnya, dolar Hongkong yang naik 0,02 persen dan dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,008 persen di pagi ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah akan bersifat terbatas.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas, investor menantikan hasil RDGBI sore ini," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, walau dolar AS sendiri masih tertekan, namun rupiah juga terbebani banyak hal. Salah satunya kekuatiran defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga BI.
"Kekuatiran independensi BI juga kembali muncul setelah pencalonan keponakan Prabowo sebagai deputi gubernur BI. Range 16.900-17.000," bebernya.
Baca Juga: Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah
Berita Terkait
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
Driver Ojol Harap Sabar, Menhub Tak Mau Buru-buru Keluarkan Aturan Baru
-
Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah
-
Ekuitas Modal Terpenuhi, Emiten JMAS Bidik Pendapatan 20 Persen di 2026
-
IHSG Terjun Bebas Pagi Ini, Tapi Masih di Level 9.000
-
Bank Indonesia Diramal Bakal Tahan Suku Bunga, Ini Pertimbangannya
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan
-
Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif
-
Harga Emas Naik Tiga Hari Berturut-turut, di Pegadaian Kompak Meroket
-
Digelar Jumat dan Senin, Keponakan Prabowo Bakal Uji Kelayakan Jadi Deputi Gubernur BI