- Rupiah melemah pada Jumat (9/1/2026) dibuka di Rp16.832 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.
- Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, kecuali Peso Filipina, Baht Thailand, dan Yuan Tiongkok menguat.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen dalam negeri dan penguatan dolar AS setelah data pekerjaan yang positif.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (9/1/2026) dibuka pada level Rp16.832 per dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah melemah 0,20 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.798 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.801 per dolar AS.
Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,22 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,18 persen.
Diikuti, won Korea melemah 0,15 persen, dolar Singapura melemah 0,11 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan peso Filipina, baht Thailand dan yuan China menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan penguatan masing-masing 0,12 persen, 0,10 persen dan 0,03 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,96, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,93
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah seiring dengan sentimen dalam negeri.
Sebab, investor menunggu data indeks kepercayaan konsumen yang bakal diumumkan oleh Bank Indonesia.
Baca Juga: Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yg kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Investor menantikan indeks kepercayaan konsumen Indonesia siang ini," katanya saat dihubungi Suara.com
Kata dia, selain faktor dari dolar AS , rupiah juga terbebani sentimen negatif domestik yang diantaranya prospek pemangkasan suku bunga BI dan kebijakan longgar pemerintah, defisit anggaran dan lemahnya permintaan domestik.
"Untuk saat ini, hanya dolar AS yang masih bisa menguat maupun melemah, dari domestik tidak ada perubahan besar yang diharapkan, jadi untuk Januari, rupiah masih akan tertekan. Range 16750-16850," tandasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781
-
Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788
-
Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773
-
Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Melemah ke Level Rp16.765
-
Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar AS Kepanasan ke Level Rp16.772
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?