- BEI menghentikan sementara perdagangan 10 instrumen (8 saham dan 2 waran) pada 20 Januari 2026 sebagai proteksi investor.
- Saham RLCO masuk klaster suspensi ketiga, diperkirakan baru dibuka perdagangannya setelah sekitar satu bulan evaluasi.
- Pasca-suspensi, saham seperti RLCO akan masuk papan pemantauan khusus dengan skema perdagangan Full Call Auction (FCA).
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memberlakukan mekanisme cooling down dengan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan delapan saham dan dua waran pada Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil otoritas bursa sebagai bentuk proteksi terhadap investor menyusul terjadinya lonjakan harga yang sangat signifikan secara terus-menerus.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).
Sebelum digembok, RLCO mencatatkan kenaikan fantastis hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di level Rp8.700, atau melesat 20% dalam sehari.
Jika diakumulasikan sejak pertama kali IPO, harga saham RLCO sudah naik 5.078%.
Selain RLCO, emiten lain yang turut disuspensi adalah MGNA, IBOS, HOPE, VISI, INDS, BAIK, dan ZATA.
Kapan Suspensi Saham RLCO Dibuka?
Bagi para pemegang saham atau pelaku pasar yang bertanya mengenai kapan perdagangan RLCO akan kembali aktif, perlu dipahami bahwa RLCO telah memasuki klaster suspensi ketiga.
Berdasarkan pola pengawasan transaksi BEI dan preseden kasus serupa, berikut adalah estimasi jadwal pembukaannya:
Baca Juga: Penyebab Saham BUMI Terus Turun, Harganya Ambles Berhari-hari
- Status Suspensi: Ini merupakan penghentian perdagangan ketiga bagi RLCO setelah sebelumnya sempat disuspensi pada pertengahan hingga akhir Desember 2025.
- Estimasi Waktu: Berbeda dengan saham yang baru terkena suspensi pertama (yang biasanya dibuka keesokan harinya), suspensi ketiga seperti pada RLCO berpotensi memakan waktu lebih lama. Secara historis, durasi penghentian ini bisa mencapai satu bulan tergantung hasil evaluasi bursa terhadap volatilitas transaksi emiten tersebut.
Mekanisme Perdagangan Pasca-Suspensi: Begitu gembok dibuka, saham RLCO dipastikan akan masuk ke dalam papan pemantauan khusus dengan skema perdagangan Full Call Auction (FCA).
Untuk diketahui, otoritas bursa membagi estimasi pembukaan suspensi ke dalam tiga kategori berdasarkan rekam jejak pengawasan:
Klaster Suspensi Pertama (Estimasi Buka: H+1): Saham ZATA, BAIK, VISI, HOPE, dan IBOS diprediksi akan diperdagangkan kembali secara normal pada sesi berikutnya karena baru pertama kali terkena mekanisme cooling down.
Klaster Suspensi Kedua (Estimasi Buka: ±1 Pekan): Saham INDS (Indospring) yang sudah dua kali disuspensi dalam sebulan terakhir diperkirakan akan parkir selama sekitar satu minggu dan akan langsung masuk skema FCA saat dibuka.
Klaster Suspensi Ketiga (Estimasi Buka: ±1 Bulan): Saham RLCO dan MGNA menjalani masa hukuman terlama. Mengingat intensitas lonjakan harga yang dianggap tidak wajar secara berulang, bursa memerlukan waktu evaluasi yang lebih mendalam sebelum melepas status suspensi.
Dampak Bagi Investor
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan
-
Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?
-
Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!
-
Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar
-
Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%
-
Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya
-
Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar