Bisnis / Makro
Rabu, 21 Januari 2026 | 13:16 WIB
Ilustrasi PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) [Suara.com]
Baca 10 detik
  • BEI menghentikan sementara perdagangan 10 instrumen (8 saham dan 2 waran) pada 20 Januari 2026 sebagai proteksi investor.
  • Saham RLCO masuk klaster suspensi ketiga, diperkirakan baru dibuka perdagangannya setelah sekitar satu bulan evaluasi.
  • Pasca-suspensi, saham seperti RLCO akan masuk papan pemantauan khusus dengan skema perdagangan Full Call Auction (FCA).

Langkah yang ditandatangani oleh Yulianto Aji Sadono selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI ini bertujuan untuk meredam spekulasi berlebih.

Penggunaan skema FCA bagi saham-saham seperti RLCO pasca-suspensi berarti penentuan harga tidak lagi dilakukan secara real-time kontinu, melainkan melalui metode pengumpulan order pada periode tertentu.

Hal ini biasanya berisiko menurunkan likuiditas saham tersebut secara drastis.


DISCLAIMER: Investasi pada saham yang masuk dalam kategori suspensi dan papan pemantauan khusus (FCA) memiliki risiko likuiditas dan volatilitas yang sangat tinggi. Estimasi pembukaan suspensi sepenuhnya merupakan wewenang Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan otoritas. Harap berhati-hati dalam mengelola portofolio pada emiten yang sedang diawasi ketat.

Load More