- Partai Gerindra mengonfirmasi usulan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI berasal dari internal Gubernur BI.
- Dasco menegaskan usulan tersebut bukan intervensi atau titipan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
- Istana telah menindaklanjuti usulan tersebut melalui Surat Presiden kepada DPR untuk proses uji kelayakan.
Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, Thomas Djiwandono diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), bukan atas permintaan, apalagi "titipan" Prabowo Subianto.
Masuknya nama Thomas ke dalam bursa calon Deputi Gubernur BI memang memicu perbincangan hangat di ruang publik.
Itu Mengingat hubungan kekeluargaan Thomas dengan Presiden Prabowo Subianto, banyak pihak mulai mempertanyakan komitmen terhadap independensi bank sentral.
Dasco menegaskan, mekanisme pengusulan Thomas Djiwandono tidak datang dari intervensi Istana atau keinginan pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, seluruh proses pencalonan ini bermula dari otoritas internal Bank Indonesia itu sendiri.
Ia menjelaskan bahwa posisi Presiden dalam hal ini hanyalah meneruskan nama-nama yang telah dijaring oleh Gubernur BI untuk kemudian diproses lebih lanjut oleh parlemen.
“Itu atas usulan dari Gubernur BI sendiri," kata Dasco, Rabu (21/2/2026).
Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar dan masyarakat bahwa integritas Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen tetap terjaga.
Dasco mengingatkan, regulasi yang berlaku telah mengatur secara ketat mengenai bagaimana suksesi pimpinan di bank sentral dilakukan, di mana peran Gubernur BI sangat sentral dalam menentukan kandidat pendampingnya di jajaran Dewan Gubernur.
Baca Juga: Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
Mekanisme Kolektif Kolegial di Bank Indonesia
Selain menjelaskan asal-usul pengusulan nama, Dasco juga menepis kekhawatiran bahwa keberadaan sosok yang dekat dengan kekuasaan akan mendominasi kebijakan moneter.
Ia menekankan bahwa struktur kepemimpinan di Bank Indonesia tidak memberikan ruang bagi dominasi individu.
Setiap kebijakan strategis, mulai dari penentuan suku bunga hingga stabilitas nilai tukar, diputuskan melalui mekanisme rapat Dewan Gubernur yang ketat.
“Apa pun keputusan yang dibuat BI itu adalah keputusan kolektif. Tidak bisa sendiri-sendiri," kata Dasco.
Dengan sistem kolektif kolegial ini, pengaruh seorang Deputi Gubernur akan tetap berlandaskan pada konsensus bersama pimpinan lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Purbaya Sesumbar Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
-
Dasco Hormati Proses Hukum KPK soal Bupati Pati, Ungkap Pesan Menohok Prabowo
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?
-
Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang