- Partai Gerindra mengonfirmasi usulan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI berasal dari internal Gubernur BI.
- Dasco menegaskan usulan tersebut bukan intervensi atau titipan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
- Istana telah menindaklanjuti usulan tersebut melalui Surat Presiden kepada DPR untuk proses uji kelayakan.
Hal ini dipandang sebagai benteng pertahanan utama dalam menjaga profesionalitas BI dari potensi tarikan kepentingan politik praktis.
Konfirmasi dari Istana Terkait Nama Kandidat
Di sisi lain, pihak Istana Kepresidenan juga telah memberikan pernyataan resmi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Ia membenarkan bahwa Thomas Djiwandono, atau yang akrab disapa Tommy, merupakan satu dari beberapa nama yang diajukan untuk mengisi kekosongan jabatan di posisi Deputi Gubernur.
Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah bertugas menindaklanjuti usulan dari internal BI dengan mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur administrasi kenegaraan agar proses transisi kepemimpinan di BI tidak mengalami hambatan yang berarti.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Hadirnya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur BI ini bertujuan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung.
Untuk diketahui, Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya, meskipun alasan pasti di balik keputusan tersebut masih menjadi tanda tanya publik dan belum diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait.
Baca Juga: Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
Langkah Selanjutnya di Senayan: Uji Kelayakan dan Kepatutan
Dengan telah dikirimkannya Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI, bola kini berada di tangan para legislator di Senayan.
Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang, DPR memiliki mandat untuk menguji kapasitas dan integritas para calon melalui rangkaian uji kelayakan dan kepatutan.
Rangkaian proses ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Thomas Djiwandono dan kandidat lainnya untuk menunjukkan visi mereka dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional.
DPR akan mendalami kompetensi teknis, rekam jejak, hingga komitmen para calon dalam menjaga independensi BI di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Setelah proses uji kelayakan selesai, Komisi terkait di DPR akan membawa hasil tersebut ke rapat paripurna untuk disahkan.
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Purbaya Sesumbar Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
-
Dasco Hormati Proses Hukum KPK soal Bupati Pati, Ungkap Pesan Menohok Prabowo
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Kini Tak Terelakkan Lagi
-
Banjir Karawang, Peruri Kirim Bantuan Logistik
-
Danantara: Tender Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di 4 Daerah Diumumkan Februari
-
Menangis di DPR, Dirut PLN Ungkap Dahsyatnya Kerusakan Infrastruktur Listrik di Aceh
-
Intip Gaji Syifa, WNI yang Viral Gabung Tentara Militer AS
-
Dari Pinjam Tetangga ke Pinjol, Tradisi Baru Jelang Ramadan
-
Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini
-
Pulihkan Layanan Dasar, Kementerian PU Percepat Rehabilitasi Sanitasi Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026
-
Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London