- Penyaluran pinjaman online (pinjol) meningkat signifikan menjelang dan selama Ramadan, berdasarkan data OJK.
- Sebagian besar peminjam pindar (60%) menggunakan dana tersebut untuk modal usaha produktif UMKM menjelang Ramadan.
- Masyarakat diimbau memilih pindar resmi terdaftar OJK dan meminjam sesuai kemampuan bayar, bukan keinginan.
Suara.com - Kebutuhan masyarakat jelang Ramadan kini terus meningkat. Dengan begitu, masyarakat pastinya akan mencari modal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada zaman dahulu, banyak masyarakat meminjam uang kepada rentenir maupun tetangga. Namun, di tengah masifnya teknologi ini masyarakat beralih mengajukan pinjaman ke platform pinjaman online (pinjol) atau pinjaman daring (pindar).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memang penyaluran pindar cenderung meningkat menjelang dan selama Ramadan. Sepanjang Ramadan 2024 penyaluran pindar melonjak 8,90 persen month-to-month (mtm) dan naik 3,80 persen mtm di periode Ramadan 2025.
"Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa keuangan Lainnya, Agusman di Jakarta, seperti dikutip Rabu (21/1/2026).
Modal Jualan
Ketua Asosasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S Jafar, mengakui memang ada lonjakan pengajuan pindar dari masyarakat jelang maupun saat Ramadan.
Akan tetapi, diklaimnya banyak masyarakat yang justru menggunakan dananya sebagai modal jualan makanan dan minuman di Ramadan.
Biasanya, masyarakat juga mengajukan pindar juga dengan nilai sangat kecil. Rata-rata, data AFPI masyarakat yang mengajukan pindar dengan nilai mulai dari Rp 1 juta - Rp 5 juta.
Secara porsi, ratat-rata pinjaman daring untuk konsumtif mencapai 40 persen dan untuk kegiatan produktif seperti berdagang dan modal sebesar 60 persen.
Baca Juga: Riset: Banyak Peminjam Pindar Menderita Gunakan Skema Pembayaran Tadpole
"Dan kita juga melihat bahwa banyak yang masyarakat UMKM dan masyarakat ultramikro itu tentunya mulai membutuhkan bantuan modal. Jadi kita memang lagi konsentrasi untuk UMKM ya khusus untuk produktif UMKM dan ultra UMKM," ucap Entjik.
"Ultra UMKM itu pengusaha-pengusaha yang kecil. Salah satunya contohnya penjahit, ya bordir, dan home industry lainnya juga tentunya akan meningkat di dalam bulan puasa ini. Juga para pengusaha-pengusaha kecil yang makanan juga tentunya nanti di Ramadan ini akan terjadi peningkatan," sambungnya.
Jangan Salah Pilih Pindar
Sebenarnya sah-sah saja, jika masyarakat menggunakan pindar untuk kebutuhan sehari-hari maupun jelang Ramadan. Asal, masyarakat bisa memilah mana pindar yang resmi dan bodong.
Jangan sampai, senyum masyarakat yang awalnya sumringah menjadi cemberut karena bunga pindar yang mencekik.
Perlu diingiat berdasarkan kesepakatan OJK dengan AFPI, platform pindar resmi hanya mengenakan bunga 0,1 persen per hari 2026 untuk pendanaan konsumtif, sedangan pendanaan produktif dibanderol maksimal 0,1 persen.
Makanya, masyarakat sebelum mengajukan pindar harus melihat persyaratan yang diberikan. Jangan malu banyak bertanya dengan platform pindar, pastinya platform itu memberikan nomor kontak resmi untuk pengajuan pindar.
Jika memang dinilai janggal persyaratan yang diberikan, masyarakat langsung harus langsung kabur tinggalkan platform pindar tersebut.
Kemudian, pastinya harus melihat perizinan platform pindar. Pastinya platform pindar yang berizin mencantumkan logo OJK yang presisi dan enak dilihat.
Selain itu, masyarakat jangan tergiur untuk mengajukan nilai yang jumbo di pindar. Ajukanlah pindar yang sesuai kemampuan membayar.
"Pinjamlah sesuai kebutuhan bukan keinginan. Dan tentunya kemampuan juga membayar kembali juga harus diperhitungkan," kata Entjik.
Berita Terkait
-
Ekuitas Modal Terpenuhi, Emiten JMAS Bidik Pendapatan 20 Persen di 2026
-
Pinjol dan Paylater: Kemudahan Palsu yang Mahal Harganya
-
Aturan Baru, OJK Bisa Ajukan Gugatan Pelaku Usaha Jasa Keuangan
-
OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok
-
YLKI Nilai Skema Tadpole di Pindar Picu Risiko Gagal Bayar Meningkat
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja
-
Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus