Suara.com - Dunia maya tengah dihebohkan oleh profil seorang perempuan muda bernama Syifa.
Warga Negara Indonesia (WNI) asal Tangerang, Banten ini mendadak menjadi pusat perhatian setelah resmi bergabung dengan Army National Guard (Garda Nasional) Amerika Serikat.
Penampilan Syifa yang mengenakan hijab dipadukan dengan seragam loreng bertuliskan "U.S. Army" menjadi daya tarik tersendiri bagi warganet tanah air.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana seorang WNI bisa masuk ke dalam jajaran militer Amerika Serikat.
Status Green Card Sebagai Pintu Masuk
Meski masih memegang paspor Indonesia, Syifa memenuhi kualifikasi hukum untuk mendaftar militer AS karena statusnya sebagai pemegang Green Card atau Permanent Resident.
Perlu dipahami bahwa syarat utama untuk menjadi prajurit militer Amerika tidak mewajibkan status kewarganegaraan AS sejak awal. Seseorang minimal harus memiliki izin tinggal tetap yang sah.
Apa itu Garda Nasional (National Guard)?
Garda Nasional merupakan komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direkrut dan dikelola oleh masing-masing negara bagian (seperti unit Maryland tempat Syifa bertugas).
Baca Juga: Siapa Ade Chaerunisa? Viral Petantang-petenteng Pamer Punya 3 Surat Tanah
Meski berada di bawah kendali gubernur negara bagian untuk urusan lokal, satuan ini dapat dikerahkan ke level nasional oleh Presiden apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat atau misi luar negeri.
Gaji Tentara Amerika Serikat (Data Per Januari 2026)
Sistem pengupahan US Army diatur secara ketat berdasarkan pangkat (rank) dan masa pengabdian. Sebagai prajurit pemula di kategori Enlisted (E), Syifa menerima pembayaran penuh selama masa pelatihan.
Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata penghasilan tahunan anggota Garda Nasional mencapai USD 35.072 atau setara dengan Rp605 juta (asumsi kurs saat ini). Berikut adalah rincian pendapatannya:
- Bulanan: USD 2.922 (sekitar Rp49,5 juta).
- Mingguan: USD 674 (sekitar Rp11,4 juta).
- Per Jam: USD 16,86 (sekitar Rp285 ribu).
Angka tersebut merupakan gaji dasar yang dapat melonjak hingga USD 45.000 per tahun bagi prajurit dengan kualifikasi tinggi.
Faktor penentu kenaikan gaji meliputi spesialisasi pekerjaan (Military Occupational Specialty), lokasi penempatan, dan pengalaman di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
Pensiunan Didorong Tetap Produktif Lewat Program Pemberdayaan
-
BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Februari
-
InJourney Hospitality Kembalikan Operasikan Hotel Bersejarah di Dekat Malioboro
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik