- Sun Life Indonesia ekspansi kampanye di kota besar akibat rendahnya penetrasi asuransi nasional sekitar 2-3%.
- Perusahaan mencatat tren bergeser ke perencanaan waris, diposisikan sebagai mitra berbagai fase kehidupan nasabah.
- Pada 2026, operasional didasarkan tiga pilar utama: edukasi, akses perlindungan, dan inovasi berkelanjutan melalui digitalisasi.
Suara.com - Sun Life Indonesia melakukan ekspansi kampanye bertajuk "The One You Can Rely On" ke sejumlah kota besar di tanah air.
Langkah ini diambil di tengah tantangan rendahnya penetrasi asuransi nasional yang masih tertahan di angka 2-3%.
Rendahnya angka tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar keluarga di Indonesia belum memiliki proteksi finansial yang cukup menghadapi kenaikan biaya kesehatan dan peningkatan usia harapan hidup.
Sun Life mencatat adanya perubahan tren kebutuhan masyarakat, dari sekadar perlindungan kesehatan dasar menuju perencanaan waris atau legacy planning.
Perusahaan memposisikan diri sebagai mitra dalam setiap fase kehidupan nasabah, mulai dari proteksi dini hingga persiapan aset untuk generasi mendatang.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menjelaskan bahwa selama tiga dekade, pihaknya berupaya menyesuaikan solusi dengan impian keluarga yang berbeda-beda.
"Kami mendampingi mereka berkembang, dari perencanaan kesehatan hingga membangun legacy untuk masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Komitmen ini tecermin dalam pertumbuhan bisnis perusahaan yang diklaim mencapai angka 50% sepanjang tahun 2025.
Dalam upayanya menjangkau pasar yang lebih luas, Sun Life mengandalkan distribusi multi-kanal.
Baca Juga: Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
Perusahaan bekerja sama dengan mitra perbankan (bancassurance) seperti CIMB Niaga dan Bank Muamalat Indonesia, di samping tetap memperkuat jaringan keagenan konvensional maupun syariah.
Pada penghujung 2025, perusahaan juga merilis beberapa produk baru, antara lain:
- Asuransi X-tra Proteksi Waris (USD): Solusi khusus perencanaan warisan.
- Asuransi Sun Prosperity Prime (Si Super): Tersedia dalam denominasi Rupiah dan Dolar AS dengan fitur fleksibel tanpa pemeriksaan medis untuk tujuan keuangan jangka menengah dan panjang.
Memasuki tahun 2026, Sun Life menetapkan tiga pilar utama sebagai landasan operasional:
Edukasi Finansial: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya proteksi.
Akses Perlindungan: Memastikan solusi tersedia untuk semua tahapan usia.
Inovasi Berkelanjutan: Menyederhanakan proses klaim dan layanan melalui digitalisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana