- IHSG terhambat pada Rabu (21/1/2026), ditutup terkoreksi 1,36% dipicu pelemahan sektor perbankan besar.
- Saham BBCA turun terdalam 3,75% akibat dominasi aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp751,1 miliar.
- Meskipun koreksi, analis mempertahankan rekomendasi "BUY" untuk BBCA jangka panjang karena fundamental modal yang kuat.
Meski harga sahamnya sedang tertekan, fundamental PT Bank Central Asia Tbk dinilai tetap kokoh.
BCA memiliki keunggulan pada struktur permodalan yang tebal dan dominasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang jauh di atas rata-rata industri.
Karakteristik ini membuat laba bersih perseroan tetap defensif menghadapi gejolak pasar.
Analis dari UOB Kay Hian Sekuritas, Posmarito Pakpahan, dalam riset terbarunya tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek jangka panjang emiten ini. Dikutip via IPOT, ia memberikan rekomendasi "BUY" untuk saham BBCA dengan target harga (Target Price) di level Rp10.100.
DISCLAIMER: Investasi saham dan instrumen kripto mengandung risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Ulasan teknikal dan target harga dalam artikel ini adalah pandangan analis dan bukan jaminan keuntungan. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (DYOR) sebelum melakukan transaksi finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket
-
Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026
-
Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun
-
Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia