- Harga emas dunia mencapai rekor baru menembus US$ 5.000 per troy ons pada Senin, 26 Januari 2026.
- Kenaikan dipicu oleh pelarian ke aset aman akibat tensi geopolitik dan pelonggaran suku bunga AS.
- Analis memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai US$ 5.500 hingga US$ 6.400 akhir tahun 2026.
Suara.com - Dunia investasi mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Senin (26/1/2026).
Harga emas dunia resmi menembus angka psikologis US$ 5.000 per troy ons, memperpanjang reli fantastis yang dipicu oleh pelarian modal investor ke aset aman (safe-haven) akibat meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data pasar spot, harga emas menguat 0,85% ke level US$ 5.024,95 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari juga melonjak 0,91% ke posisi US$ 5.024,60 per ons.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Emas
Lonjakan harga emas tahun ini merupakan kelanjutan dari performa impresif tahun 2025, di mana emas terbang 64%. Ada beberapa pilar utama yang menyokong kenaikan ini:
- Borong Emas Bank Sentral: China terus memperpanjang aksi beli emasnya selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember lalu.
- Kebijakan Moneter AS: Pelonggaran suku bunga oleh Bank Sentral AS membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik.
- Arus Masuk ETF: Investasi melalui dana pertukaran emas (Exchange-Traded Funds) mencatat rekor arus masuk tertinggi.
Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan satu bulan, harga emas tercatat sudah melesat lebih dari 16%.
Ketidakpastian politik internasional menjadi "bahan bakar" utama bagi kenaikan harga logam mulia tahun ini. Ketegangan antara Amerika Serikat dan NATO terkait wilayah Greenland telah menciptakan kekhawatiran baru di pasar finansial.
Selain itu, faktor-faktor berikut turut memperkeruh suasana:
- Konflik Rusia-Ukraina: Perundingan di Abu Dhabi yang dimediasi AS berakhir tanpa kesepakatan akhir pekan lalu. Di saat yang sama, serangan udara terus berlanjut, menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses listrik di tengah musim dingin yang ekstrem.
- Ancaman Tarif Donald Trump: Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Hal ini memicu kekhawatiran pecahnya perang dagang baru di Amerika Utara.
Prediksi Analis: Masih Bisa Menuju US$ 6.400?
Baca Juga: Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis di ASEAN Para Games 2025
Philip Newman, Direktur Metals Focus, memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang untuk tumbuh. "Kami memperkirakan kenaikan lebih lanjut. Prediksi kami menunjukkan harga akan mencapai puncaknya di sekitar US$ 5.500 akhir tahun ini," ujarnya, dilansir dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa setiap penurunan harga (correction) akan berlangsung singkat karena minat beli investor masih sangat tinggi.
Pandangan yang lebih berani datang dari analis independen, Ross Norman. Ia memprediksi emas bisa menyentuh level tertinggi di US$ 6.400 per ons dengan harga rata-rata tahunan di kisaran US$ 5.375.
Langkah emas juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Perak (Silver) melonjak 1,72% ke level US$ 104,72 per ons, setelah sebelumnya berhasil menembus angka US$ 100 untuk pertama kalinya pada Jumat lalu.
Sementara itu, Platinum stabil di harga US$ 2.767 dan Palladium naik tipis ke US$ 2.013,50 per ons.
Pengetatan pasokan fisik di pasar global, terutama untuk perak, diperkirakan akan terus menjaga momentum kenaikan harga logam mulia dalam jangka menengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?
-
Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit
-
BRI KKB Tawarkan Bunga Mulai 2,85% Flat, Kredit Mobil Baru Kini Bisa Diajukan Lewat BRImo
-
Tambah Pasokan Listrik, 268 Proyek Pembangkit Baru Segera Dibangun
-
ESDM Telah Bidik Lebih dari 30 Lokasi Konversi PLTD Jadi PLTS
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025
-
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah
-
Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui