- IHSG ditutup menguat tipis 0,27 persen mencapai level 8.975 pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026.
- Sektor basic materials menopang penguatan indeks, sementara sektor energi menjadi pemberat utama karena koreksi.
- Rupiah menguat terhadap dolar AS ke Rp16.782, didukung pelemahan indeks dolar menjelang pertemuan The Fed.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menguat tipis pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, setelah sempat bergerak di dua arah sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup menguat tipis 0,27 persen ke level 8.975.
Seperti dilansir riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG terutama ditopang oleh kinerja saham sektor basic materials yang mencatatkan kenaikan terbesar seperti emiten ANTM, ARCI, dan EMAS, seiring terdongkraknya harga sejumlah komoditas global
Di sisi lain, sektor energi justru menjadi pemberat indeks setelah mencatatkan koreksi terdalam.
Pelemahan sektor energi dipicu oleh tekanan pada saham-saham seperti BUMI, PTRO, dan DEWA.
Koreksi ini disinyalir berkaitan dengan langkah pelaku pasar yang mengantisipasi pengumuman metodologi perhitungan free-float saham di Indonesia oleh MSCI.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Indikator Stochastic RSI tercatat berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal).
Sementara itu, histogram negatif pada indikator MACD terlihat melebar, mengindikasikan tekanan yang masih membayangi pergerakan indeks.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak terbatas dalam rentang support di level 8.850 dan resistance di area 9.100, dengan pivot di level 8.950.
Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp16.782 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS menjelang pertemuan The Fed pekan ini, serta meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dengan sejumlah negara.
Baca Juga: Boy Thohir Mau Cari Cuan di Bursa Hong Kong Lewat Rencana IPO EMAS
Sementara itu, harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi baru dan diperdagangkan mendekati USD 5.100 per troy ounce. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian politik dan perdagangan global.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 52,90 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 36,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,73 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 282 saham bergerak naik, sedangkan 448 saham mengalami penurunan, dan 228 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, JAST, MPIX, BBRM, ALKA, LMPI, GTRA, ELPI, KICI, ELSA, EMAS, AMAG, ANTM.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AMAN, ESTI, INET, MINA, PUDP, KIOS, KRYA, TRIN, UANG, GTSI, PSKT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?