- Thomas Djiwandono mengakui pasar bereaksi negatif terhadap pencalonannya Deputi Gubernur BI karena kedekatan politik dengan Presiden Prabowo.
- Ia menyatakan harus membuktikan kelayakan melalui kerja keras, seperti menghadapi keraguan saat ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan.
- Thomas memaparkan lima strategi bernama GERAK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengakui bahwa pasar menilai pencalonan dirinya sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) secara negatif, mengingat latar belakangnya yang memiliki hubungan politik serta keluarga yang erat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Thomas, dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026) menerangkan satu-satunya cara untuk menepis asumsi negatif pasar itu adalah dengan kerja keras untuk membuktikan kelayakannya.
"Kita tahu pasar ada asumsinya. Mungkin yang khusus mengenai saya, sedikit kurang baik karena segala macam yang berhubungan dengan latar belakang," kata Thomas saat menjawab pertanyaan anggota DPR.
"Tapi saya harus bisa membuktikan. Saya enggak ada cara lain lagi selain membuktikan kerja," tegas dia.
Thomas mengatakan keraguan pada dirinya juga pernah dirasakan saat ia ditunjuk Presiden Prabowo, yang juga pamannya, sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tetapi keraguan itu ia jawab dengan kerja keras.
"Sama saja seperti waktu saya masuk Kemenkeu. Sentimen pasar itu harus dilawan dengan fakta, dengan saya kerja sekuat tenaga, seperti yang saya lakukan di Kemenkeu," beber dia.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Thomas menjelaskan bahwa ia sudah bukan lagi anggota Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.
"Apakah saya masih bendaraha umum (Gerindra)? Jawabannya tidak. Sejak Maret 2025 saya sudah tidak lagi jadi bendahara umum, karena sudah 17 tahun. Saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember tahun 2025. Ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan kedua adalah rasa profesionalisme saya," tegas dia.
Adapun dalam uji kepatutan itu, Thomas memaparkan lima strategi yang berfokus pada sinergi kebijakan antara fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Ia menilai sinergi antara pemangku kebijakan bisa membuat BI turut berperan dalam menumbuhkan perekonomian.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Usai Jadi Calon Bos BI
Ia mengajukan lima strategi, yang ia beri tajuk GERAK, yakni governance kebijakan yang kuat dan kredibel; efektifitas kebijakan; resiliensi sistem keuangan; akselerasi sinergi fiskal, moneter dan sektor keuangan; dan kelima keberlanjutan transformasi keuangan.
"Intinya adalah, saya merasa lima hal ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan secara adaptif dan agile atau lincah," kata Thomas.
Berita Terkait
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama
-
Komisi XI Gelar Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Besok, Keputusan Diambil Senin Malam
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih