Bisnis / Inspiratif
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:32 WIB
Ilustrasi belanja online (freepik/lifeforstock)

Suara.com - Di bawah ini adalah beberapa perbedaan paylater dan kartu kredit yang mungkin sedang membuat Anda bingung.

Di tengah berkembangnya metode pembayaran non-tunai, masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif selain uang cash.

Dua opsi yang paling sering digunakan adalah paylater dan kartu kredit.

Meski sama-sama menawarkan kemudahan bertransaksi dengan sistem pembayaran di kemudian hari, keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda dan kerap membuat orang bingung dalam memilih.

Berikut beberapa perbedaan paylater dan kartu kredit yang perlu Anda pahami sebelum menentukan pilihan.

1. Penyedia Layanan

Perbedaan paling mendasar antara paylater dan kartu kredit terletak pada pihak yang menyediakannya.

Paylater umumnya ditawarkan oleh perusahaan fintech yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Layanan ini sering kali hadir melalui kerja sama dengan platform e-commerce atau aplikasi digital tertentu.

Sementara itu, kartu kredit diterbitkan langsung oleh lembaga keuangan, khususnya bank, yang berada di bawah pengawasan ketat regulator.

Baca Juga: QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul

2. Limit Pinjaman dan Suku Bunga

Dalam beberapa kasus, paylater memberikan limit pinjaman yang terlihat lebih besar dibandingkan kartu kredit. Namun, besaran limit tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan masing-masing penyedia layanan.

Biasanya, pengguna paylater akan mendapatkan limit awal dengan nominal tertentu saat pertama kali mendaftar.

Ilustrasi pengguna ponsel. [Freepik]

Limit ini dapat meningkat seiring waktu, terutama jika pengguna memiliki riwayat pembayaran yang baik dan selalu melunasi tagihan tepat waktu.

Berbeda dengan paylater, limit kartu kredit ditentukan berdasarkan kondisi finansial nasabah.

Bank akan menilai kemampuan bayar melalui dokumen seperti slip gaji, sehingga limit yang diberikan cenderung lebih terukur dan proporsional.

Load More