Suara.com - Di bawah ini adalah beberapa perbedaan paylater dan kartu kredit yang mungkin sedang membuat Anda bingung.
Di tengah berkembangnya metode pembayaran non-tunai, masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif selain uang cash.
Dua opsi yang paling sering digunakan adalah paylater dan kartu kredit.
Meski sama-sama menawarkan kemudahan bertransaksi dengan sistem pembayaran di kemudian hari, keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda dan kerap membuat orang bingung dalam memilih.
Berikut beberapa perbedaan paylater dan kartu kredit yang perlu Anda pahami sebelum menentukan pilihan.
1. Penyedia Layanan
Perbedaan paling mendasar antara paylater dan kartu kredit terletak pada pihak yang menyediakannya.
Paylater umumnya ditawarkan oleh perusahaan fintech yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Layanan ini sering kali hadir melalui kerja sama dengan platform e-commerce atau aplikasi digital tertentu.
Sementara itu, kartu kredit diterbitkan langsung oleh lembaga keuangan, khususnya bank, yang berada di bawah pengawasan ketat regulator.
Baca Juga: QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul
2. Limit Pinjaman dan Suku Bunga
Dalam beberapa kasus, paylater memberikan limit pinjaman yang terlihat lebih besar dibandingkan kartu kredit. Namun, besaran limit tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan masing-masing penyedia layanan.
Biasanya, pengguna paylater akan mendapatkan limit awal dengan nominal tertentu saat pertama kali mendaftar.
Limit ini dapat meningkat seiring waktu, terutama jika pengguna memiliki riwayat pembayaran yang baik dan selalu melunasi tagihan tepat waktu.
Berbeda dengan paylater, limit kartu kredit ditentukan berdasarkan kondisi finansial nasabah.
Bank akan menilai kemampuan bayar melalui dokumen seperti slip gaji, sehingga limit yang diberikan cenderung lebih terukur dan proporsional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen