- LPS mencatat 15,3 juta jiwa usia produktif (15-69 tahun) belum memiliki rekening tabungan per 2025.
- LPS menargetkan mengurangi penduduk usia produktif tanpa rekening menjadi 13 juta jiwa pada tahun ini.
- LPS bersinergi dengan KSSK melalui program edukasi seperti LIKE IT untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat masih ada masyarakat Indonesia yang belum memiliki tabungan. Terbanyak disumbang oleh penduduk usia produktif.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan usia 15 tahun sampai dengan 69 tahun, belum memiliki rekening. Adapun jumlahnya mencapai 15,3 juta jiwa yang belum memiliki tabungan di usia produktif.
“Menurut data yang kami pantau dan kami hitung, saat ini jumlah penduduk yang produktif usia 15 sampai dengan 69 tahun yang belum mempunyai rekening itu adalah sebanyak 15,3 juta jiwa tahun 2025,” kata Anggito dikutip dari akun Youtube Bank Indonesia, Rabu (28/1/2026).
Untuk itu, LPS menargetkan angka penduduk unbanked tersebut dapat ditekan hingga ke level 13 juta jiwa pada tahun ini.
Selain itu, LPS bersinergi dengan anggota KSSK lainnya, yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui berbagai program strategis.
“Tentu kami tidak sendiri, melakukan semacam kampanye, edukasi, literasi. Kami punya program LIKE IT, misalnya, untuk menguatkan kepercayaan dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.
Dia berharap mampu membuka pintu bagi masyarakat produktif untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih luas.
Strategi ini berjalan beriringan dengan kebijakan LPS yang baru saja mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum pada level 3,5 persen dan BPR di level 6 persen.
"Jadi, target yang kami tetapkan di 2026 adalah menambah jumlah penduduk produktif yang nantinya akan memiliki rekening sehingga bisa mengakses sektor keuangan dan bisa mendapatkan layanan-layanan keuangan yang diperlukan,” bebernya.
Baca Juga: Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Dia menambahkan, KSSK akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam mengantisipasi potensi risiko dari dinamika perekonomian, pasar keuangan dan geopolitik.
Terutama rambatannya terhadap perekonomian dan sektor keuangan domestik. Termasuk, memperkuat coordinated policy responsedan kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko bagi perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.
"KSSK juga telah dan terus berkomitmen untuk mendukung sektor riil dan program Asta Cita Pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi mencapai kemakmuran bangsa," tandasnya.
Berita Terkait
-
Gegara Banyak Kasus, Banyak Masyarakat RI Ogah Miliki Asuransi
-
Bisa Jalan 2027, LPS Ungkap 3 Skema Penjaminan Polis Asuransi
-
LPS Siap Jamin Polis Asuransi Mulai 2027
-
Rekening Nganggur Selama Lima Tahun Masuk Kategori Dormant, Ini Kategorinya
-
Aturan Baru OJK: Rekening Tidak Ada Transaksi Setahun Ada Konsekuensinya?
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
-
Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
-
Rupiah Kian Kritis, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS
-
Geram Masih Ada Kasus Penipuan, Mendag Mau Ubah Aturan E-Commerce
-
SiCepat Ekspres Perkuat Rantai Pasok Industri Halal Nasional
-
Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
-
Danantara Cari Modal Rp 7 Triliun dengan Terbitkan Surat Utang
-
TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Idulfitri
-
Timur Tengah Membara, RI Mau Impor Minyak Mentah dari Negara Kecil Ini
-
Proyek Gas Masela Mandek, Bahlil Minta INPEX Segera Putuskan Investasi