- Kemenperin bekerja sama dengan ADB untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor guna meningkatkan daya saing industri nasional.
- Pengembangan ekosistem ini penting untuk mengurangi impor dan menopang sektor krusial seperti otomotif dan digitalisasi.
- Program pengembangan senilai $16,185 juta dalam Blue Book 2025–2029 fokus pada SDM, riset, dan integrasi global.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional. Hal ini dilakukan sebagai strategi memperkuat struktur industri dan meningkatkan daya saing global.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, telah menemui dengan Country Director ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov untuk memuluskan kerja sama ini.
Agus mengatakan, industri semikonduktor memiliki peran strategis sebagai fondasi transformasi industri nasional.
Keberadaan semikonduktor dinilai krusial dalam menopang pengembangan sektor elektronika, otomotif, energi, hingga mendorong percepatan digitalisasi industri.
“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik," ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (29/1/2025).
Oleh karena itu, dia menambahkan, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Menurut Agus, kebutuhan semikonduktor di dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru.
Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya kebutuhan komponen berteknologi tinggi tersebut.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030.
Baca Juga: Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
Target tersebut menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal, berkelanjutan, serta mampu diproduksi secara kompetitif di dalam negeri.
Di sisi lain, Agus mengungkapkan, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop di pasar domestik masih didominasi produk impor.
Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat industri semikonduktor nasional dari hulu hingga hilir.
Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor yang berlokasi di Batam, serta sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang desain integrated circuit (IC).
Kendati demikian, ekosistem semikonduktor nasional dinilai masih perlu diperkuat secara menyeluruh.
Penguatan tersebut, lanjut Agus, terutama diperlukan pada aspek pengembangan sumber daya manusia, peningkatan riset dan inovasi, serta integrasi industri semikonduktor nasional ke dalam rantai pasok global.
Berita Terkait
-
Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0
-
Kemenperin Akui Industri Otomotif Bahaya, Meski Penjualan Mobil Listrik Meroket, Ini Alasannya
-
Industri Kimia-Farmasi-Tekstil Diproyeksi Tetap Jadi Penopang Manufaktur pada 2026
-
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global, Apa Rahasianya?
-
Kronologi Indonesia Kehilangan Investor Semikonduktor Gegara Kebijakan 'Nyeleneh'
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Terkini
-
MSCI 'Sentil' BEI, Purbaya: Sudah Saya Ingatkan soal Saham Gorengan
-
Purbaya Tetap Pede IHSG 'To The Moon' 10.000 Meski Ada Trading Halt 2 Hari Berturut-turut
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
Purbaya Akui Iuran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Sebagian Besar Dibiayai APBN
-
Tambang Emas Martabe Diserahkan ke Perminas? Ini Penjelasan Bahlil
-
Tensi AS-Iran dan Cuaca Ekstrem AS Dongkrak Harga Minyak
-
IHSG Trading Halt Lagi, BEI Bekukan Sementara Pasar Modal
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai hingga Bawang Merah Terkoreksi Jelang Akhir Januari 2026
-
Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788
-
Setelah MSCI, Goldman Sachs Perburuk Kondisi Pasar Modal RI