-
Sektor IKFT tetap menjadi pilar utama industri nasional dengan kinerja dan pertumbuhan yang stabil serta kontribusi besar terhadap PDB dan ekspor.
-
Investasi dan utilitas industri meningkat, didorong hilirisasi dan optimisme pelaku usaha, meski impor bahan baku masih tinggi.
-
Pemerintah fokus memperkuat struktur industri hulu–hilir untuk mengurangi ketergantungan impor dan mencapai target transformasi ekonomi 2025–2045
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) ini masih menjadi salah satu pilar utama manufaktur nasional dan diproyeksikan terus berperan besar memasuki 2026.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek Bawazier, menyampaikan bahwa sektor IKFT selama ini mampu menjaga stabilitas kinerja meski menghadapi tekanan global.
Ia menyebut kepercayaan dunia usaha terhadap prospek industri nasional tetap terjaga.
“Optimisme pelaku industri memberi sinyal bahwa kita berada pada jalur yang tepat. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin kondusif agar investasi, ekspor, dan produktivitas dapat terus meningkat,” kata Taufiek dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Sepanjang 2025, kinerja industri pengolahan tercatat menunjukkan tren positif.
Pada Triwulan III 2025, pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas mencapai 5,58 persen (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen.
Sementara sektor IKFT tumbuh lebih ekspansif di angka 5,92 persen dengan kontribusi 3,88 persen terhadap PDB nasional.
Di sisi perdagangan luar negeri, ekspor IKFT periode Januari–Agustus 2025 tercatat sebesar 35,25 miliar Dolar AS, sedangkan impor mencapai 32,31 miliar Dolar AS.
Produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki masih menjadi penopang utama ekspor.
Baca Juga: Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global, Apa Rahasianya?
Pada saat yang sama, impor bahan baku kimia masih tinggi sehingga pemerintah menilai perlunya penguatan struktur industri hulu guna mendukung kemandirian bahan baku.
Secara keseluruhan, utilisasi kapasitas industri IKFT berada pada kisaran 60 persen.
Level ini turut terdorong oleh kebijakan hilirisasi, khususnya pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam.
Tren positif juga tercermin dalam realisasi investasi. Pada periode Januari–September 2025, investasi sektor IKFT mencapai Rp142,15 triliun, naik dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Dari segi ketenagakerjaan, sektor IKFT menyerap 6,7 juta tenaga kerja hingga Februari 2025 atau setara 4,6 persen dari total tenaga kerja nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa penguatan struktur industri menjadi fokus utama dalam mendukung target transformasi ekonomi sesuai RPJPN 2025–2045.
Berita Terkait
-
Lakukan Restrukturisasi, Kimia Farma (KAEF) Mau Jual 38 Aset Senilai Rp 2,15 Triliun
-
Kebijakan Kuota Impor Kemenperin Dipertanyakan, Industri Tekstil RI Kian Babak Belur
-
Pemerintah Ogah Disalahkan Soal Carut-Marut Industri Tekstil
-
Produksi Padi Indonesia Kalah dari Vietnam, Imbas Ketergantungan Pupuk Kimia?
-
BUMN Tekstil SBAT Pasrah Menuju Kebangkrutan, Padahal Baru IPO 4 Tahun Lalu
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya