- Kemenperin bekerja sama dengan ADB untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor guna meningkatkan daya saing industri nasional.
- Pengembangan ekosistem ini penting untuk mengurangi impor dan menopang sektor krusial seperti otomotif dan digitalisasi.
- Program pengembangan senilai $16,185 juta dalam Blue Book 2025–2029 fokus pada SDM, riset, dan integrasi global.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pada pasar global.
Program ini telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029.
Program pengembangan tersebut memiliki nilai pembiayaan sebesar 16,185 juta dolar AS dan dirancang untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor nasional secara berkelanjutan.
“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” jelas Agus.
Dalam pertemuan tersebut, ADB menyatakan minat dan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.
Dukungan ADB mencakup pendampingan penyusunan readiness criteria hingga feasibility study.
ADB juga akan memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum masuk ke tahap pembiayaan.
Agus pun mengapresiasi komitmen tersebut dan menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
“Kami berharap kerja sama dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” pungkasnya.
Baca Juga: Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
Berita Terkait
-
Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0
-
Kemenperin Akui Industri Otomotif Bahaya, Meski Penjualan Mobil Listrik Meroket, Ini Alasannya
-
Industri Kimia-Farmasi-Tekstil Diproyeksi Tetap Jadi Penopang Manufaktur pada 2026
-
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global, Apa Rahasianya?
-
Kronologi Indonesia Kehilangan Investor Semikonduktor Gegara Kebijakan 'Nyeleneh'
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tak Hanya Jaminkan Kredit, Jamkrindo Syariah Tebar Zakat Rp 1,09 Miliar
-
Cair! Bantuan Pasca-Bencana di Aceh Timur Tembus Rp 100 Miliar, Ini Rinciannya
-
Strategi Prudential Syariah Tingkatkan Inklusi dan Garap Pasar Halal di RI
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
-
PGN Lepas Puluhan Armada Mudik Gratis BUMN 2026 di TMII
-
Industri Tembakau Alternatif Butuh Dukungan Regulasi Pemerintah
-
Belanja Ramadan Meningkat, Gadget hingga Furnitur Jadi Buruan
-
Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit
-
BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi
-
Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali