- IHSG dibuka merosot tajam pada Senin (2/2/2026), melemah 2,37% ke level 8.132,36, kontras dengan optimisme Menkeu.
- Tekanan pasar muncul setelah laporan MSCI mengenai transparansi memicu mundurnya sejumlah petinggi BEI dan OJK.
- Mayoritas saham bergerak negatif pagi itu, menunjukkan pelaku pasar cenderung menghindari risiko meski pemerintah telah menunjuk pejabat sementara.
Suara.com - Optimisme yang digaungkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai kebangkitan pasar modal di awal pekan ini tampaknya harus berbenturan dengan realitas pasar yang masih mendingin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka merosot tajam pada perdagangan Senin pagi (2/2/2026), melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak pekan lalu.
Berdasarkan data dari Stockbit, pada pukul 09.05 WIB, IHSG terpantau meluncur ke level 8.132,36. Angka ini menunjukkan pelemahan drastis sebesar 197 poin atau turun 2,37% dibandingkan posisi pembukaan di level 8.306,18.
Perdagangan Pagi Ini
Sentimen negatif masih mendominasi lantai bursa dengan mayoritas saham bergerak di zona merah. Berikut adalah ringkasan aktivitas pasar pada menit-menit awal pembukaan:
Saham Melemah: 388 emiten.
Saham Menguat: 180 emiten.
Saham Stagnan: 126 emiten.
Volume Perdagangan: 3,95 miliar lembar saham.
Baca Juga: IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun
Total Transaksi (Turnover): Rp2,74 triliun.
Frekuensi Transaksi: 312.135 kali.
Pasar modal Indonesia saat ini sedang berada dalam masa transisi yang sulit. Tekanan hebat bermula dari laporan MSCI mengenai kondisi transparansi bursa, yang kemudian memicu eksodus massal petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Meskipun pucuk pimpinan regulator mundur, Pemerintah telah bergerak cepat dengan menunjuk pejabat sementara (Ad Interim) guna memastikan stabilitas operasional.
Menkeu Purbaya sebelumnya telah menjamin bahwa mekanisme organisasi tetap berjalan secara otomatis meski terjadi kekosongan jabatan definitif.
Sebelum perdagangan hari ini dibuka, Menkeu Purbaya sempat meminta publik dan investor untuk tetap tenang. Ia meyakini bahwa guncangan yang terjadi hanyalah reaksi emosional sesaat dan yakin IHSG akan segera memantul naik seiring kokohnya fundamental ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur
-
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
-
Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000