- Indonesia tertinggal dari Malaysia dalam ekonomi syariah karena perbedaan kebijakan dan konsistensi penerapan sejak satu dekade lalu.
- Tantangan utama Indonesia saat ini adalah eksekusi pelaku industri memanfaatkan kebijakan dan meningkatkan edukasi masyarakat.
- Sektor keuangan Islam global diproyeksikan melebihi $7,5 triliun pada 2028 didorong tren digitalisasi dan konsolidasi industri.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana dan Mitra di Boston Consulting Group (BCG), Tushar Agarwal, mengatakan sektor keuangan Islam Indonesia memasuki fase baru dalam hal skala dan kematangan.
Secara global, keuangan Islam diperkirakan akan melebihi 7,5 triliun dolar AS pada tahun 2028. Hal ini didorong oleh sektor perbankan inti tetapi didukung oleh pertumbuhan di segmen non-perbankan dan inovasi digital.
Kata dia, pergesaran ini didorong oleh lima tren global yang mendorong pertumbuhan industri. Pergeseran regulasi memperketat standar kehati-hatian dan memperdalam tata kelola Syariah, menciptakan keselarasan yang lebih kuat antara harapan kepatuhan dan perlindungan konsumen.
"Pada saat yang sama, konsolidasi industri mempercepat skala dan daya saing, dengan merger bank dan takaful yang penting membangun perusahaan keuangan Islam yang lebih besar dan lebih tangguh," bebernya.
Selain itu, digitalisasi dan inovasi mengubah akses pelanggan dan model operasional, didorong oleh bank Syariah yang mengutamakan digital dan teknologi baru seperti penyaringan AI, sukuk blockchain, dan pembiayaan terintegrasi.
"Konvergensi antara Syariah dan keuangan etis memperluas peran keuangan Islam dalam investasi berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya penerbitan sukuk hijau dan munculnya taksonomi Syariah-ESG," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Senilai Rp870 Miliar
-
CIMB Niaga Syariah Hadirkan 3 Produk Baru Dorong Korporasi
-
OJK Bentuk Direktorat Perbankan Digital Mulai Tahun 2026, Apa Tugasnya?
-
6 Perbedaan Tabungan Konvensional dan Syariah, Mana yang Lebih Sesuai untuk Anda?
-
OJK Awasi Ketat Pembayaran Pinjol Dana Syariah Indonesia yang Gagal Bayar
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya