- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menargetkan elektrifikasi seluruh desa selesai sebelum akhir masa jabatan Kabinet Merah Putih.
- Bahlil menyatakan akan menganggap dirinya gagal jika masih ada desa atau kelurahan yang belum teraliri listrik.
- Program Lisdes 2025 menjangkau 1.516 lokasi, dan BPBL 2026 ditingkatkan targetnya menjadi 500 ribu rumah tangga.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan elektrifikasi seluruh desa rampung sebelum masa jabatannya Kabinet Merah Putih berakhir.
Ia menegaskan akan merasa gagal sebagai menteri jika masih terdapat desa yang belum teraliri listrik.
"Bapak Ibu semua, kalau boleh jujur saya katakan, dari lubuk hati yang paling dalam, saya merasa Insya Allah sampai selesai, kabinet sukses kalau semua desa-desa, kelurahan-kelurahan itu semua dialiri dengan listrik semuanya," kata Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta yang dikutip, Jumat (23/1/2026).
"Sekalipun katakan lifting tercapai, tapi kalau saudara-saudara kita di desa-desa, di kelurahan-kelurahan itu belum dapat listrik, saya menganggap saya menteri yang gagal," tegasnya.
Bahlil menyebut, kehadiran jaringan listrik ke desa-desa adalah bentuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Dia mengaku lahir di daerah yang belum tersentuh listrik.
"Indonesia merdeka sudah 80 tahun, tapi masih ada saudara-saudara kita yang belum ada listrik. Dan rasa itu pernah saya rasakan ketika saya lahir tanpa listrik," ujarnya.
Untuk Kementerian ESDM menjalankan sejumlah program seperti listrik desa atau Lisdes dan bantuan pasang baru listrik (BPBL).
Tercatat sepanjang 2025 Lisdes telah menjangkau 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi. Adapun BPBL, telah menjangkau 205.968 rumah tangga.
Sementara pada 2026, Bahlil menaikkan jumlah penerima manfaat untuk program BPBL menjadi 500 ribu.
Baca Juga: Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik
"Naikkan menjadi 500 ribu, karena ini atas permintaan daripada teman-teman Komisi XII. Nanti kita minta teman-teman Komisi XII juga untuk membantu kami agar program-program itu mencapai sasaran," ujarnya.
Berita Terkait
-
Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026
-
Pipa Gas TGI Meledak, ESDM Jamin Produksi Lapangan Migas Rokan Bisa Operasi Lusa
-
Dirjen Gakkum ESDM Minta Tambang Emas Ilegal Tak Disalahkan soal Insiden di Pongkor
-
Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor
-
INDEF Nilai Tekanan Fiskal APBN Makin Berat Jika Insentif EV Benar-benar Dicabut
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu