- Data BPN menunjukkan mayoritas komoditas strategis mengalami koreksi harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
- Komoditas hortikultura, seperti cabai, menjadi penyumbang penurunan terbesar karena pasokan yang melimpah.
- Penurunan harga meluas mencakup beras, protein hewani, dan minyak goreng, mengindikasikan pasokan nasional terjaga.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kian menunjukkan tren penurunan pada Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan data panel harga pangan yang dikelola Badan Pangan Nasional (BPN), mayoritas komoditas strategis tercatat mengalami koreksi dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas hortikultura menjadi penyumbang penurunan terdalam. Harga cabai merah besar tercatat Rp33.768 per kilogram atau turun Rp4.195 setara 11,05 persen.
Cabai rawit merah juga turun tajam Rp5.310 menjadi Rp47.327 per kilogram atau terkoreksi 10,09 persen.
Cabai merah keriting berada di level Rp36.400 per kilogram setelah turun Rp3.100 atau 7,85 persen. Penurunan harga cabai ini mencerminkan pasokan yang relatif melimpah di sejumlah sentra produksi.
Komoditas bawang merah turut bergerak turun. Harga rata-rata nasional tercatat Rp41.622 per kilogram atau turun Rp2.045 setara 4,68 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Dari kelompok pangan pokok, kedelai biji kering impor tercatat Rp10.824 per kilogram atau turun Rp74 atau 0,68 persen. Sementara jagung tingkat peternak berada di harga Rp6.911 per kilogram setelah turun Rp117 atau 1,66 persen.
Harga beras secara umum juga menunjukkan tren melunak. Beras medium tercatat Rp13.597 per kilogram atau turun Rp160 atau 1,16 persen. Beras medium non-SPHP berada di level Rp13.660 per kilogram setelah turun Rp148 atau 1,07 persen.
Sementara itu, beras SPHP tercatat Rp12.402 per kilogram atau turun Rp69 atau 0,55 persen. Adapun beras premium berada di harga Rp15.465 per kilogram atau turun Rp117 atau 0,75 persen.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai hingga Beras Makin Murah
Namun demikian, tidak semua jenis beras bergerak turun. Beras khusus lokal justru mengalami kenaikan tipis Rp103 menjadi Rp15.878 per kilogram atau naik 0,65 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Dari komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp38.254 per kilogram atau turun Rp987 atau 2,52 persen. Telur ayam ras juga terkoreksi Rp543 menjadi Rp30.544 per kilogram.
Harga daging sapi murni berada di level Rp135.514 per kilogram atau turun Rp314 atau 0,23 persen. Sementara daging kerbau segar lokal tercatat Rp138.529 per kilogram atau turun Rp1.086 atau 0,78 persen.
Untuk komoditas perikanan, ikan tongkol tercatat Rp36.220 per kilogram atau turun Rp615 atau 1,67 persen. Ikan bandeng berada di harga Rp34.986 per kilogram setelah turun Rp1.473 atau 4,04 persen.
Sebaliknya, ikan kembung justru naik Rp665 menjadi Rp44.909 per kilogram atau naik 1,50 persen.
Dari sisi bahan penunjang, gula konsumsi tercatat Rp18.054 per kilogram atau turun tipis Rp26 atau 0,14 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN