Junita Rany, pengidap Autoimun yang berhasil racik herbal jadi ladang cuan. [ist].
Baca 10 detik
- Juanita Rany mendirikan brand herbal Glaranadi tahun 2020 karena masalah autoimun, fokus pada minuman kesehatan.
- Glaranadi sukses besar saat pandemi, kini menjual ribuan produk sebulan dan ekspor ke Singapura dan Malaysia.
- Produk Glaranadi melayani keluhan mayoritas perempuan muda, dengan rencana sertifikasi BPOM dan Halal ke depan.
Ke depan, Juanita menargetkan sertifikasi Halal dan BPOM agar produknya bisa masuk ke jaringan ritel modern seperti Aeon dan Ranch Market. "Biaya BPOM memang tidak kecil, jadi kami mulai dari produk paling laku dulu," katanya.
Dari modal awal hanya Rp3–5 juta, Juanita membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Dengan memanfaatkan tanaman herbal dan teknologi digital, ia berhasil mengubah perjuangan melawan autoimun menjadi peluang usaha berkelanjutan.
"Kuncinya adalah memberi solusi nyata. Kalau produk kita bermanfaat, orang pasti kembali," pungkasnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi