Kondisi ini berimplikasi langsung pada Earnings per Share (EPS) yang melosok ke angka negatif Rp12 per saham.
Indikator kesehatan keuangan MPPA menunjukkan sinyal waspada, terutama pada rasio likuiditas. Current Ratio perusahaan berada di level 0,81x, yang berarti aset lancar perusahaan saat ini belum cukup untuk menjamin seluruh kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo.
Lebih mengkhawatirkan lagi jika menilik Quick Ratio yang hanya sebesar 0,26x. Rasio ini mengonfirmasi bahwa likuiditas MPPA sangat bergantung pada seberapa cepat mereka mampu memutar persediaan menjadi kas.
Dengan margin laba kotor yang relatif stabil di angka 17,5%, perusahaan dituntut untuk bekerja ekstra keras meningkatkan efisiensi biaya operasional agar margin laba bersih tidak terus melebar di zona negatif yang saat ini berada di posisi -2,1%.
Dalam hal solvabilitas, rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) serta tingkat pengembalian modal (Return on Equity/ROE) secara teknis menjadi tidak bermakna (Not Meaningful) karena posisi ekuitas perusahaan yang sudah negatif. Kondisi ini mengindikasikan risiko finansial yang sangat tinggi bagi kreditor dan investor.
Hingga perdagangan 13 Februari 2026, harga saham MPPA bertengger di level Rp52 per lembar. Dengan kinerja laba yang masih merah, rasio Price to Earnings (PER) tercatat negatif 4,3x.
Begitu pula dengan Price to Book Value (PBV) yang berada di level negatif akibat defisiensi modal.
Kontributor : Rizqi Amalia
Baca Juga: IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI