- PT Cashlez mencatat rugi bersih 2025 sebesar Rp68,11 miliar, naik 102% dari tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja tertekan.
- Pendapatan perusahaan turun 20% menjadi Rp110,19 miliar di tahun 2025, didorong penurunan signifikan penjualan perangkat.
- Total liabilitas CASH melonjak 86% menjadi Rp209,59 miliar pada akhir 2025 akibat pinjaman dan uang muka pelanggan.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mencatat laporan keuangan konsolidasian auditan tahun buku 2025 dengan kinerja yang mengalami tekanan.
Seketaris Perusahaan CASH, Thriyani Rahmania, mengatakan perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar sekitar Rp68,11 miliar pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat (102 persen) dibandingkan rugi sekitar Rp33,7 miliar pada 2024.
"Sejalan dengan itu, rugi per saham juga memburuk menjadi sekitar minus Rp47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan penurunan menjadi sekitar Rp110,19 miliar atau turun sekitar 20 persen dibandingkan Rp138,34 miliar pada 2024.
Penurunan terutama terjadi pada penjualan perangkat yang turun sekitar 26 persen menjadi hanya Rp77 miliar dari Rp104,56 miliar.
Pada saat yang sama, perseroan melakukan pengetatan pengakuan pendapatan dan kualitas portofolio merchant yang berdampak langsung terhadap laba jangka pendek.
"Perseroan menyadari kinerja tahun berjalan berada di bawah ekspektasi dan saat ini memprioritaskan perbaikan kualitas transaksi, efisiensi biaya, serta stabilisasi struktur pendanaan sebelum kembali mengejar pertumbuhan agresif," katanya.
Dia pun melanjutkan Merchant Discount Rate (MDR) juga mengalami penurunan menjadi Rp13,39 miliar dari Rp17,13 miliar, turun sebesar 19 persen.
Meskipun laba kotor relatif stabil, tekanan kinerja muncul dari meningkatnya beban risiko dan biaya operasional.
Baca Juga: Ekspansi ke Infrastruktur EV, Emiten TRON Siap Garap SPKLU
"Perseroan mencatat lonjakan kerugian penurunan nilai piutang menjadi sekitar Rp11,17 miliar dari Rp360,83 juta pada tahun sebelumnya," katanya.
Selain kinerja laba rugi, posisi neraca perseroan juga mengalami perubahan signifikan. Total liabilitas meningkat tajam menjadi Rp209,59 miliar naik sebesar 86 persen dari Rp112,5 miliar, disebabkan oleh pinjaman Perseroan dari PT Bara Alam Utama serta peningkatan uang muka atas penjualan barang dari pelanggan pada akhir tahun 2025.
Di sisi lain, ekuitas mengalami penurunan seiring akumulasi rugi berjalan.
Manajemen menilai kondisi tahun 2025 mencerminkan fase penyesuaian fundamental bisnis, di mana skala transaksi yang ada belum menghasilkan operating leverage yang memadai untuk menutup struktur biaya tetap industri payment infrastructure.
Berita Terkait
-
Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
-
BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh
-
Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
-
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan
-
Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia
-
Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia