- Mendagri Tito Karnavian meminta ketersediaan stok logistik dan pangan Sumatera aman selama tiga bulan ke depan, termasuk Ramadan 2026.
- Permintaan ini disampaikan saat rapat bersama DPR di Jakarta Pusat pada Rabu (18/2/2026) untuk cegah kekurangan pasca-bencana.
- Bencana di Sumatera menyebabkan 1.205 jiwa meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 52 kabupaten/kota terdampak.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta ketersediaan stok logistik dan pangan di wilayah Sumatera dipastikan aman untuk tiga bulan ke depan.
Permintaan ini mencakup kebutuhan selama Ramadan 2026, terutama di daerah terdampak bencana yang masih rentan terhadap gangguan distribusi.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat bersama DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Ia menyebut, pemerintah ingin memastikan peristiwa kekurangan logistik di awal bencana tidak kembali terulang.
Tito menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga ketahanan stok pangan di wilayah tersebut.
Koordinasi dilakukan agar cadangan logistik bisa tersedia dalam jangka menengah, bukan hanya untuk kebutuhan harian.
"Kami sudah koordinasi dengan Bapak Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, dan juga Bulog agar stok pangan logistik, belajar dari kasus ini, agar distok selama tiga bulan," ucapnya.
Ia secara khusus meminta Perum Bulog mengirimkan bahan pangan pokok secara bertahap, terutama beras dan minyak goreng, ke daerah terdampak bencana.
Langkah ini diambil setelah pemerintah melihat dampak sosial saat distribusi bantuan sempat tersendat.
Tito mengingatkan, pada awal bencana masyarakat sempat berebut bantuan pangan hingga menimbulkan kericuhan. Bahkan, terjadi aksi penjarahan minimarket karena stok logistik dinilai tidak mencukupi.
Baca Juga: Sawah Rusak 94 Ribu Hektare di Sumatra, Mentan Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun untuk Perbaikan
"Itu lah yang terjadi di Takengon saat itu sempat akan terjadi demo karena kekurangan logistik," tuturnya.
"Bulog terutama, beras, minyak goreng, itu dikirim secara bertahap untuk kekuatan tiga bulan," sambung Tito.
Di sisi lain, Tito juga memaparkan dampak besar bencana di Sumatra yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan luas. Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang dinyatakan hilang.
"Itu yang meninggal dunia, dalam data kita, adalah 1.205 orang dan yang hilang 139 orang. Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 yang ada di tenda," ucapnya.
Ia merinci korban meninggal terdiri dari 267 orang di Sumatera Barat, 376 orang di Sumatera Utara, dan 562 orang di Aceh. Sementara korban hilang tercatat 70 orang di Sumatera Barat, 40 orang di Sumatera Utara, dan 29 orang di Aceh.
Bencana tersebut juga berdampak luas pada wilayah administrasi. Tercatat 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa terdampak, termasuk kerusakan rumah warga hingga fasilitas publik.
"Termasuk kerusakan rumah, baik ringan, sedang, berat, maupun yang hilang. Kemudian fasilitas pendidikan yang rusak, sesuai data," katanya.
"Fasilitas kesehatan, kemudian juga jembatan yang rusak ataupun roboh, fasilitas ibadah, baik masjid maupun gereja, jalan, kemudian fasilitas umum lain, serta tadi, pengungsi," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026
-
Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922
-
Lewat Sepucuk Surat Ini, Menteri Bahlil Menangkan Perusahaan Israel Garap Tambang RI
-
IHSG Terus Melonjak di Level 8.300 pada Kamis Pagi
-
Harga Komoditas Cabai Mulai Turun Awal Ramadan, Tapi Cabai Rawit Merah Masih Tinggi
-
Emiten Milik Suami Puan Maharani Bakal Rights Issue Tahun 2026
-
Aturan Makan di LRT, KRL, dan MRT Selama Ramadan 2026
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun Lagi, Harganya Makin Murah
-
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya
-
Sawah Rusak 94 Ribu Hektare di Sumatra, Mentan Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun untuk Perbaikan