- Dua direksi PT GTS Internasional Tbk (GTSI), Ari Askhara dan Dira K. Mochtar, mengundurkan diri sejak 12 Februari 2026.
- Pengunduran diri efektif setelah RUPSLB GTSI pada 26 Februari 2026, sementara Dewan Komisaris sementara mengurus perusahaan.
- Pengunduran ini tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional dan material perseroan menurut Sekretaris Perusahaan.
Suara.com - Emiten pelayaran, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mengumumkan adanya pengunduran diri dua direksi, yakni I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama serta Dira K. Mochtar dari posisi Direktur Perseroan.
Sekretaris Perusahaan GTSI, Tuti Yuliyani, menjelaskan pengunduran diri dua petinggi perusahaan sejak 12 Februari 2026.
"Pada tanggal 12 Februari 2026, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra selaku Direktur Utama Perseroan dan Bapak Dira K. Mochtar selaku Direktur Perseroan dengan alasan pertimbangan profesional," ujar Tuti seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Kamis (19/2/2026).
Tuti memastikan, keputusan pengunduran diri tersebut akan efektif setelah digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GTSI yang rencananya pada 26 Februari 2026.
"Sampai dengan RUPSLB dimaksud, pengurusan dan pengelolaan Perseroan untuk sementara waktu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.
Adapun, Tuti menjamin, pengunduran diri para Ari Askhara dan Dira tidak mempengaruhi secara material maupun kegiatan operasional perseroan.
Untuk diketahui, Ari Askhara sebelumnya ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Penunjukkan ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2026.
Profil Ari Askhara
Ari Askhara merupakan sosok lama yang sempat mengisi posisi penting di BUMN-BUMN besar. Nama Ari Askhara semakin dikenal publik ketika ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2018.
Baca Juga: Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan
Namun, Ari Askhara mengawali karier profesionalnya sebagai bankir di Bank Ekspor Impor Indonesia. Kariernya berlanjut ketika bank tersebut melebur bersama Bank Bumi Daya, Bank Pembangunan Indonesia, dan Bank Dagang Negara menjadi Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Selama 11 tahun berkarier di institusi tersebut, Ari menempati berbagai posisi strategis hingga akhirnya menjabat sebagai Assistant Vice President.
Pada 2005, ia memperluas kiprahnya ke ranah internasional. Ari tercatat pernah menjadi Vice President di Deutsche Bank, kemudian menjabat Direktur di Barclays Investment Bank. Ia juga dipercaya sebagai Direktur Keuangan Petrosand Indonesia serta Head of Natural Resources Indonesia di ANZ Bank.
Kariernya kembali bersinggungan dengan BUMN pada Mei 2014, ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Keuangan Pelindo III. Tak sampai setahun berselang, tepatnya pada Desember 2014 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Ari diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Pada 2016, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
Terkini
-
Pengiriman Perdana Proyek Pipa Gas DumaiSei Mangkei Dimulai, Total Jaringan Capai 540 Kilometer
-
Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering
-
IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya
-
Ormat Technologies: Pendirinya Orang Israel, Punya Gurita Bisnis di Indonesia
-
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan untuk Semua Jurusan, Deadline 28 Februari
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
-
Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh Selatan, PLN Operasikan SUTT dan GI 150 kV Blangpidie - Tapak Tuan
-
Bank RI yang Bangkrut di 2026 Makin Banyak, Ini Daftarnya
-
Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
-
Lima Dekade IPA Convex: Momentum, Kolaborasi, dan Masa Depan Energi Indonesia