Bisnis / Keuangan
Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:11 WIB
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Baca 10 detik
  • IHSG pada Jumat, 20 Februari 2026, ditutup turun tipis 0,03% di level 8.271 akibat sentimen eksternal dan domestik.
  • Sektor noncyclicals terkoreksi terbesar sementara infrastruktur menguat signifikan; rupiah menguat tipis menjadi Rp16.888 per USD.
  • Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan menjadi USD 2,54 miliar pada kuartal IV 2025.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 20 Februari 2026 pelemahan tipis 0,03 persen ke level 8.271.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, tekanan pasar antara lain dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya melemahnya indeks bursa Asia akibat memanasnya tensi Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, pasar domestik juga dinilai minim katalis positif baru.

Secara sektoral, sektor noncyclicals mencatatkan koreksi terbesar, sementara sektor infrastruktur justru membukukan penguatan paling signifikan. Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis di level Rp16.888 per dolar AS di pasar spot.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi pada pekan depan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari sisi fundamental, sentimen domestik datang dari data neraca transaksi berjalan. Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia tercatat melebar menjadi USD 2,54 miliar pada kuartal IV 2025, dibandingkan defisit USD 1,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut setara dengan 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berbalik dari surplus USD 4,01 miliar pada kuartal III 2025. Pelebaran defisit dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca barang serta meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer, meskipun surplus neraca pendapatan sekunder tercatat melebar.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 43,12 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,32 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,83 juta kali.

Baca Juga: Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 276 saham bergerak naik, sedangkan 404 saham mengalami penurunan, dan 278 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ZATA, SKBM, AGII, TALF, BELL, JAST, APLI, NOBU, ARKO, ESTI, ERTX, BAJA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, ROCK, PART, BRRC, ASHA, DGWG, RMKO, ASPR, SGRO, SIPD, NATO, ENZO.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More