- IHSG pada Jumat, 20 Februari 2026, ditutup turun tipis 0,03% di level 8.271 akibat sentimen eksternal dan domestik.
- Sektor noncyclicals terkoreksi terbesar sementara infrastruktur menguat signifikan; rupiah menguat tipis menjadi Rp16.888 per USD.
- Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan menjadi USD 2,54 miliar pada kuartal IV 2025.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 20 Februari 2026 pelemahan tipis 0,03 persen ke level 8.271.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, tekanan pasar antara lain dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya melemahnya indeks bursa Asia akibat memanasnya tensi Amerika Serikat dan Iran.
Di sisi lain, pasar domestik juga dinilai minim katalis positif baru.
Secara sektoral, sektor noncyclicals mencatatkan koreksi terbesar, sementara sektor infrastruktur justru membukukan penguatan paling signifikan. Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis di level Rp16.888 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi pada pekan depan.
Dari sisi fundamental, sentimen domestik datang dari data neraca transaksi berjalan. Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia tercatat melebar menjadi USD 2,54 miliar pada kuartal IV 2025, dibandingkan defisit USD 1,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut setara dengan 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berbalik dari surplus USD 4,01 miliar pada kuartal III 2025. Pelebaran defisit dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca barang serta meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer, meskipun surplus neraca pendapatan sekunder tercatat melebar.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 43,12 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,32 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,83 juta kali.
Baca Juga: Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 276 saham bergerak naik, sedangkan 404 saham mengalami penurunan, dan 278 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ZATA, SKBM, AGII, TALF, BELL, JAST, APLI, NOBU, ARKO, ESTI, ERTX, BAJA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, ROCK, PART, BRRC, ASHA, DGWG, RMKO, ASPR, SGRO, SIPD, NATO, ENZO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR
-
Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini
-
B50 Bakal Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Bahlil : Dulu Kalian Ketawain Gue!
-
OJK Kasih Denda Rp15,9 Miliar Bagi Pelaku Saham Gorengan
-
Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa
-
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
-
Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital
-
Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI
-
Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD
-
Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret