- IKAPPI melaporkan harga MinyaKita di Jabodetabek tetap di atas HET Rp15.700, bahkan mencapai Rp17.000 menjelang Ramadan 2026.
- Mendag mengakui harga MinyaKita rata-rata Rp16.020 (di atas HET) berdasarkan data SP2KP, meski sudah ada penurunan.
- Persoalan distribusi dan pengawasan belum optimal menekan harga MinyaKita dan telur ayam ras di tingkat pasar tradisional.
Suara.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyatakan harga minyak goreng subsidi MinyaKita di wilayah Jabodetabek masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Bahkan hingga awal ramadan, angkanya terus naik melebihi batas yang ditetapkan.
Sekretaris Jenderal IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, mengatakan hasil pantauan pedagang menunjukkan harga MinyaKita belum pernah menyentuh batas harga resmi yang ditetapkan pemerintah. Ia menilai kondisi ini sudah berlangsung cukup lama di pasar tradisional.
"MinyaKita yang enggak pernah menyentuh HET, di atas HET, di atas Rp 15.700 harganya. Sudah mencapai Rp 17.000 bahkan hari ini," kata Reynaldi kepada Suara.com seperti dikutip Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, harga di atas HET menunjukkan persoalan distribusi dan tata niaga minyak goreng subsidi masih terjadi di lapangan. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat pasar.
Reynaldi juga menyinggung upaya pemantauan pasar yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun. Ia menyebut program pengawasan harga belum menghasilkan perubahan signifikan di tingkat pedagang.
"Ada pasar pantauan-lah per Januari oleh Kementerian Perdagangan untuk memonitoring Minyakita agar bisa di bawah HET. Faktanya ternyata masih di atas HET," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim harga pangan dan kebutuhan pokok nasional masih relatif terkendali menjelang Ramadan 2026. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa komoditas yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), terutama minyak goreng rakyat (Minyakita) dan telur ayam.
Budi mengatakan, pemantauan harga dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. Dari data tersebut, ia menilai kondisi harga nasional masih dalam batas wajar.
"Ini saya cek di SP2KP, berdasarkan data yang kami punya di SP2KP, yang harganya ter-update setiap saat, kalau kita lihat harga [pangan dan kebutuhan pokok] rata-rata nasional memang bagus," ucapnya di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg
Namun, ia menyoroti harga Minyakita yang masih berada di atas HET. Berdasarkan data SP2KP, minyak goreng program pemerintah itu saat ini dijual sekitar Rp 16.020 per liter, sedangkan HET ditetapkan Rp 15.700.
"Ada memang yang di atas HET, misalnya MinyakKita. Hari ini harganya Rp 16.020, padahal HET-nya Rp 15.700," urainya.
Meski masih melampaui batas, Budi menekankan harga MinyaKita sebenarnya sudah turun setelah intervensi pemerintah. Sebelum aturan baru diterbitkan, harga rata-rata bahkan sempat menyentuh sekitar Rp 16.800 per liter.
"Namun, kemarin sebelum keluar peraturan menteri, rata-rata harganya Rp16.800, jadi sekarang sudah mengalami penurunan," imbuh dia.
Selain minyak goreng, telur ayam ras juga masih dijual di atas HET. Saat ini harga telur disebut berada di kisaran Rp 30.750 per kilogram, sedangkan HET ditetapkan Rp 30.000.
Di luar dua komoditas tersebut, Budi mengklaim sebagian besar harga pangan masih berada di ambang normal. Ia mencontohkan harga daging sapi yang saat ini sekitar Rp 133.618 per kilogram, masih di bawah HET sebesar Rp 140.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi
-
Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup
-
Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran
-
BUMN Genjot Sport Tourism, Mandalika Jadi Magnet Wisata dan Investasi
-
DJP Catat 10,85 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan hingga 6 April 2026
-
Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR
-
Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini
-
B50 Bakal Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Bahlil : Dulu Kalian Ketawain Gue!