- Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025 dipicu serapan produk oleh program MBG.
- MBG serap 1,4 juta pekerja, 770 ribu di antaranya perempuan di 23 ribu unit SPPG.
- Survei RISED: MBG ringankan beban pengeluaran dan jamin gizi harian anak sekolah.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti bukan sekadar program sosial pemenuhan nutrisi. Memasuki awal 2026, program andalan pemerintah ini mulai menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya dalam memicu pertumbuhan signifikan di sektor pertanian dan pemberdayaan perempuan.
Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Fithra Faisal Hastiadi, mengungkapkan bahwa MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi inklusif yang menyentuh akar rumput. Berdasarkan data kuartal IV-2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,39% (yoy), dengan sektor pertanian menjadi salah satu primadona.
"Kita bisa melihat pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,33% (yoy). Ini angka yang sangat signifikan jika dibandingkan tahun 2024 yang hanya 0,68% atau 2023 yang cuma 1,31%. Produk pertanian kini terserap langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Fithra dikutip Sabtu (21/2/2026).
Menurut Fithra, lonjakan ini dipicu oleh keberanian mitra pengelola SPPG dan pengusaha untuk mulai berinvestasi di sektor hulu, seperti peternakan dan pertanian. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang agar kebutuhan pangan MBG tidak mengganggu stabilitas harga di pasar umum.
Selain memperkuat rantai pasok, program ini juga menjadi 'panggung' bagi UMKM dan kaum perempuan. Fithra mencatat, sektor kuliner yang menjadi inti dari MBG didominasi oleh peran perempuan, baik di sektor formal maupun informal.
"Program MBG ini jauh lebih inklusif. Partisipasi perempuan menjadi lebih terlihat karena di sektor kuliner, peran mereka cenderung dominan. Ini peluang ekonomi nyata," tambahnya.
Data internal Badan Gizi Nasional memperkuat fakta tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 23 ribu unit SPPG telah terbangun di seluruh Indonesia dan menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja secara langsung.
Menariknya, sekitar 55% dari total pekerja dapur SPPG adalah perempuan. Artinya, ada sekitar 770 ribu perempuan yang kini memiliki penghasilan tetap berkat program ini, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan rumah tangga.
Dampak positif MBG juga merambah ke meja makan keluarga. Riset dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) terhadap 1.800 orang tua menunjukkan adanya efisiensi anggaran rumah tangga.
Baca Juga: Natalius Pigai: Pihak yang Ingin Tiadakan MBG Adalah Penentang HAM
Sebanyak 36% responden mengaku pengeluaran harian berkurang karena berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak. Meski penghematan rata-rata masih di bawah 10% dari total belanja bulanan, keberadaan MBG sangat efektif menjaga stabilitas pengeluaran rutin.
Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi, menambahkan bahwa selain manfaat ekonomi, ada aspek psikologis yang tak ternilai harganya. "Ada ketenangan batin bagi orang tua mengetahui anaknya tidak lapar saat pulang sekolah. Sebanyak 72% orang tua juga setuju anak mereka jadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi," tandasnya.
Dengan tingkat dukungan mencapai 81% di kalangan rumah tangga rentan, MBG kini bertransformasi dari sekadar program gizi menjadi fondasi baru ketahanan ekonomi dan sosial nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang