- KSPN mengkritik rencana impor 105 ribu pikap dari India oleh Koperasi Desa Merah Putih karena merugikan industri otomotif nasional.
- Presiden KSPN, Ristadi, menyatakan impor bertentangan dengan semangat ekonomi desa serta menyoroti lesunya industri otomotif domestik saat ini.
- KSPN meminta Presiden menghentikan impor dan mengarahkan pengadaan kendaraan niaga tersebut kepada industri otomotif dalam negeri.
Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengkritik keras rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Kebijakan tersebut tidak sejalan dengan tujuan pembangunan ekonomi desa sekaligus berpotensi merugikan industri otomotif nasional.
Presiden KSPN, Ristadi, menyebut rencana impor itu disampaikan oleh Dirut PT Agrinas selaku penanggung jawab pembangunan Kopdes Merah Putih dengan alasan harga lebih murah, sesuai medan pedesaan, serta diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp43 triliun.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru bertolak belakang dengan semangat pembentukan koperasi desa.
"Sebagaimana kita tahu spirit pembentukan kopdes merah putih adalah untuk menggerakan membangun menumbukan ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan potensi-potensi ekonomi, sumberdaya lokal," kata Ristadi dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Ia menilai manfaat pembangunan koperasi desa seharusnya dirasakan pelaku ekonomi dalam negeri, terutama masyarakat desa.
"Dengan kata lain proses dari hulu ke hilir yang seharusnya mendapatkan manfaat adalah pelaku ekonomi dalam negeri khususnya rakyat pedesaan," ujarnya.
Ristadi juga menyoroti kondisi industri otomotif nasional yang sedang lesu. Ia menyebut berkurangnya pesanan telah berdampak pada pekerja di sektor tersebut.
"Akhirnya jam kerja dikurangi sampai terjadi PHK, korbanya adalah pekerja," kata dia.
Baca Juga: Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
KSPN menilai alasan industri otomotif nasional tidak mampu memproduksi kendaraan yang dibutuhkan tidak sesuai fakta di lapangan.
"Industri otomotif dalam Negeri mampu memproduksi sekitar 1 juta unit kendaraan dalam setahun, setelah melakukan verifikasi kemampuan produksi beberapa pabrik otomotif di Indonesia," lanjutnya.
Ristadi juga mempertanyakan pemilihan kendaraan pikap 4x4 sebagai standar operasional di seluruh wilayah pedesaan. Ia menilai penggunaan kendaraan tersebut tidak bisa digeneralisasi untuk semua daerah.
"Mungkin iya ada beberapa daerah yg kondisi medanya ektrem sehingga harus memakai kendaraan pick up 4x4, tapi kan harus dipetakan secara akurat di daerah mana saja lalu dihitung berapa kebutuhan unitnya, jangan digeneralisir semua daerah harus pakai pick up 4x4," kata Ristadi.
Selain itu, ia juga mempertanyakan klaim efisiensi anggaran dari rencana impor tersebut.
"Dengan demikian dasar hitungan ada efesiensi 43 trilyun itu darimana ?" ucapnya.
Berita Terkait
-
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
-
Deal Perjanjian Dagang RIAS Tak Mutlak, Bisa Berubah Jika Ada Perjanjian Baru
-
Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global
-
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
-
Setelah Kesepakatan Dagang, Produk AS Bakal Banjiri Pasar RI
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju
-
5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan
-
Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental
-
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat