- SMBC Indonesia mencatatkan total aset Rp245,9 triliun dan kredit Rp185,4 triliun pada Desember 2025, didorong segmen korporasi.
- Bank mempertahankan kesehatan likuiditas dengan LCR 229,4 persen dan CAR konsolidasi mencapai 29,3 persen akhir 2025.
- Pendapatan operasional konsolidasi naik 5,8 persen menjadi Rp18,4 triliun, menghasilkan laba bersih Rp506 miliar tahun 2025.
"Selain itu, SMBC Indonesia sebagai bank saja membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang 2025. Sementara, anak usaha kami, yaitu BTPN Syariah (PT Bank BTPN Syariah Tbk.), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1.201 miliar pada tahun 2025, tumbuh 13,2 persen yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 10,3 triliun, tumbuh 2 yoy," tambah Henoch.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, SMBC Indonesia juga terus memperkuat agenda environment, social, and governance (ESG), salah satunya, melalui program Daya, yang bertujuan memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang melalui pengembangan kapasitas diri, literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, dan kehidupan yang berkelanjutan.
Hingga Desember 2025, Daya telah memberdayakan hampir 37 juta partisipan melalui lebih dari 12 ribu kegiatan yang mencakup aktivitas interaktif, seperti pendampingan, seminar dan pelatihan, edukasi berbasis digital, serta berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.
"Bagi kami, pertumbuhan berkelanjutan tidak bisa hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pemberdayaan dan inklusi ekonomi. SMBC Indonesia akan terus melakukan inisiatif dan inovasi agar dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menyejahterakan seluruh segmen masyarakat," pungkas Henoch.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
-
Harga Emas Antam Melonjak akibat Konflik Global, Kapan Waktu Terbaik untuk Membelinya?
-
Laba Bersih FIF Tembus Rp4,63 Triliun Sepanjang 2025
-
Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal
-
Tukar Uang Baru di Bank Minimal Berapa? Ini Batas BI Jelang Lebaran 2026
-
GoTo dan Grab Guyur BHR Lebaran Rp220 Miliar
-
Fitch Ratings Turunkan Peringkat Outlook Indonesia dari Stabil ke Negatif
-
Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz
-
IHSG Semakin Hancur pada Sesi I, Turun 4% dan 748 Saham Merah
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara