Bisnis / Makro
Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:35 WIB
Pusat perbelanjaan elektronik di Jakarta. [Suara.com/Aditya Gema Pratomo]
Baca 10 detik
  • Ritel keluhkan stok impor telat masuk saat momen Imlek hingga Lebaran 2026 yang berdekatan.
  • HIPPINDO sebut keterlambatan barang impor di mal berpotensi ganggu target penjualan nasional.
  • Menko Airlangga pilih fokus urus pangan dulu sebelum bahas kendala impor barang ritel.

Suara.com - Momentum "panen raya" pelaku usaha ritel di tanah air terancam tak maksimal. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengeluhkan tersendatnya pasokan barang impor menjelang rangkaian hari besar, mulai dari Imlek hingga Idulfitri 2026.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, para pelaku ritel sebenarnya telah melakukan persiapan matang untuk menyambut lonjakan konsumsi masyarakat. Namun, keterlambatan masuknya produk impor ke pasar domestik menjadi ganjalan serius.

"Mungkin kami mohon arahan untuk tahun ini menumpuk dengan adanya Imlek, Cap Go Meh, Lebaran, Puasa, itu semua jadi satu. Jadi event-nya numpuk semua," ujar Budihardjo dalam peluncuran program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Budihardjo menjelaskan bahwa kalender perayaan tahun ini sangat padat dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini menuntut ketersediaan stok yang lebih masif dan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski pasokan produk lokal diklaim relatif aman, ketergantungan mal terhadap produk impor masih menjadi isu krusial yang bisa menggerus potensi omzet.

"Stok yang ada dari lokal cukup terjaga. Namun untuk impor, Pak Menko, kami menghadapi masalah. Barang-barang di mal banyak yang impor agak telat, sehingga mungkin Lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya," tegasnya.

Padahal, HIPPINDO telah mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan sedikitnya 800 merek dan 80.000 toko mulai dari sektor fashion, makanan-minuman, hingga gerai elektronik untuk menyemarakkan promo Ramadan dan Lebaran.

Menanggapi "curhatan" pelaku usaha tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, belum memberikan solusi instan. Pemerintah, kata dia, saat ini masih memprioritaskan stabilitas harga kebutuhan pokok untuk masyarakat luas.

"Jadi itu akan dibahas tersendiri. Kita sekarang urus Lebaran dulu aja dan bulan Puasa," pungkas Airlangga singkat.

Baca Juga: Pengusaha Mal Full Senyum Pada Momen Ramadan dan Lebaran Tahun Ini

Hambatan distribusi ini diharapkan segera terurai, mengingat sektor ritel merupakan salah satu motor penggerak konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Load More