Bisnis / Ekopol
Rabu, 11 Maret 2026 | 06:29 WIB
Ilustrasi peta Selat Hormuz. (ist)
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah WTI berfluktuasi tajam (USD 80 hingga USD 118) setelah Iran menutup akses vital di Selat Hormuz.
  • CEO Patterson-UTI menyatakan bahwa ekspansi rig pengeboran AS tertunda karena ketidakpastian prediksi stabilitas harga pasar jangka panjang.
  • Industri perminyakan membutuhkan waktu lebih dari enam bulan untuk mengaktifkan sumur baru sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak mentah.

"Ada risiko produksi di Permian Basin justru melambat tahun ini. Jika perlambatan benar-benar terjadi, hal itu kemungkinan akan memicu kenaikan harga lebih lanjut, yang pada akhirnya akan memaksa industri untuk kembali meningkatkan aktivitasnya," tutup Hendricks.

Load More