- Direktur Utama PLN memastikan ketahanan listrik saat Idul Fitri aman dengan stok batubara 19 hari operasional.
- Sumber energi primer lain, yaitu gas dan BBM untuk pembangkit, tersedia aman untuk kebutuhan operasi selama 9 hari.
- PLN mengoptimalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mendukung peningkatan 1,6 kali pemudik kendaraan listrik.
Suara.com - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memastikan ketahanan listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam status aman. Dia mengungkap stok batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berada di angka 19 hari operasional (HOP).
"Secara average adalah lebih dari 19 hari operasinya," kata Darmawan dalam konferensi pers pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) 2026 di Kantor BPH Migas, Jakarta yang dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Sementara untuk stok sumber energi primer lainnya juga dalam keadaan aman, seperti gas untuk pembangkit listrik berada di angka 9 hari operasi, begitu juga BBM untuk pembangkit listrik berada di level 9 hari operasi.
Dengan ketersediaan itu, Darmawan memastikan ketahanan listrik secara nasional aman, khususnya bagi pemudik yang akan menggunakan kendaraan listrik.
"Jadi kondisi saat ini dalam kondisi aman terutama untuk mudik," kata Darmawan.
PLN mencatat pada mudik Lebaran tahun ini terjadi peningkatan penggunaan kendaraan listrik sebanyak 1,6 kali dibanding pada periode yang sama dengan tahun lalu. Untuk itu, PLN juga mengoptimalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khususnya di jalur yang padat.
"SPKLU di jalur mudik yang tadinya adanya slow charging, kami ganti dengan ultra fast charging. Kemudian juga ada penambahan sampai 1,8 kali, hampir mendekati 2 kali," sebut Darmawan.
"Sehingga kami juga mengawal agar para saudara-saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik bisa berjalan dengan lancar sampai tujuan dan kembali ke rumah nanti," sambungnya.
Baca Juga: Konsumsi BBM hingga Listrik Diproyeksikan Meningkat Selama Lebaran, Pemerintah Bentuk Posko!
Berita Terkait
-
Kementerian ESDM Tetap Pangkas Produksi Batu Bara di Tengah Lonjakan Harga
-
Cara Lapor Gangguan Listrik PLN Online dan Offline
-
Purbaya Blak-blakan Insentif Mobil Listrik Bikin Defisit APBN Melebar
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia
-
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS