Bisnis / Makro
Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:18 WIB
Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama meninjau kesiapan layanan kepabeanan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]
Baca 10 detik
  • Dirjen Bea Cukai meninjau KPU Tanjung Priok pada 13 Maret 2026 guna memastikan kelancaran logistik Idul Fitri.
  • Bea Cukai mengoptimalkan AI untuk penetapan tarif guna meminimalisir kesalahan dan mempercepat pelayanan kepabeanan.
  • Penekanan diberikan pada integritas pegawai serta dorongan digitalisasi layanan untuk mengurangi potensi praktik gratifikasi.

Suara.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Djaka Budi Utama meninjau kesiapan layanan kepabeanan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan arus logistik tetap berjalan lancar menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam kunjungan tersebut, Djaka didampingi sejumlah direktur teknis dan meninjau beberapa titik pelayanan utama seperti Main Office, TPFT Graha, hingga Longroom.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu simpul penting perdagangan nasional karena menjadi pintu masuk dan keluar barang terbesar di Indonesia.

Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Dwi Teguh Wibowo, dalam laporannya menyampaikan arus barang menjelang Lebaran diperkirakan akan mengalami lonjakan atau high load.

Kondisi tersebut umumnya terjadi karena meningkatnya aktivitas impor barang konsumsi serta pergerakan logistik yang mendukung kebutuhan masyarakat selama periode hari raya.

Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas tersebut, Bea Cukai mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses penetapan surat penetapan tarif dan nilai pabean (SPTNP).

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]

"Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, penggunaan AI diharapkan mampu meminimalisir kesalahan umum seperti salah tarif, nilai, jumlah, maupun jenis barang," kata Teguh kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan terhadap barang impor yang masuk melalui pelabuhan.

Baca Juga: Sikat Barang 'Spanyol', Bea Cukai Jakarta Obok-obok Butik Jam Tangan Mewah di SCBD

Selain itu, Direktorat IKC dan Direktorat KI juga tengah menginventarisasi berbagai aplikasi mandiri yang dikembangkan oleh unit vertikal untuk diintegrasikan menjadi aplikasi nasional.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus menciptakan standar pelayanan kepabeanan yang lebih seragam di seluruh wilayah kerja Bea Cukai.

Dalam arahannya kepada pejabat struktural dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD), Djaka juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pelayanan kepabeanan.

"Selama Saudara bekerja secara profesional dan tidak mengambil keuntungan pribadi dari pekerjaan tersebut, instansi akan memberikan pendampingan penuh jika terjadi pemeriksaan oleh aparat pengawas," jelas Djaka.

Ia juga meminta pegawai untuk terus mendorong digitalisasi layanan guna meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan praktik gratifikasi.

Bea Cukai memastikan pelayanan kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan selama masa libur Lebaran melalui sistem pergantian petugas agar aktivitas logistik tidak terhambat.

Load More