Bisnis / Properti
Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB
Penumpang pesawat memadati bandara untuk melakukan mudik lebaran. [Dokumentasi InJourney Airports].
Baca 10 detik
  • Total 3,15 juta penumpang melintasi 37 bandara AP II pada 13–18 Maret 2026, tertinggi sejak pra-pandemi.
  • Peningkatan trafik penumpang mencapai 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didukung 1.136 penerbangan tambahan maskapai.
  • Lima bandara tersibuk didominasi Soekarno-Hatta (1,06 juta penumpang) berkat persiapan operasional matang.

Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pesawat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Sepanjang H-7 hingga H-2 atau 13–18 Maret 2026, total penumpang di 37 bandara mencapai 3,15 juta orang, menjadi yang tertinggi sejak sebelum pandemi COVID-19.

Jumlah tersebut meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 2,94 juta penumpang. Bahkan, capaian ini juga melampaui trafik penumpang pada periode yang sama di 2019 atau sebelum pandemi.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan tren pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan sektor penerbangan yang semakin kuat, didukung kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelancaran operasional bandara.

"InJourney Airports bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkolaborasi menjaga tren pertumbuhan trafik penerbangan ini di antaranya dengan memastikan kelancaran angkutan lebaran di sektor angkutan udara. Walaupun menjadi puncak arus mudik di setiap bandara, kami berhasil mengelola dengan baik peningkatan trafik sehingga meminimalisir antrean penumpang dan kendaraan di bandara," ujar Mohammad Rizal Pahlevi dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Penumpang pesawat memadati bandara untuk melakukan mudik lebaran. [Dokumentasi InJourney Airports].

Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan 7 persen menjadi 23.269 penerbangan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 21.748 penerbangan.

Lonjakan trafik ini turut didukung oleh tambahan penerbangan atau extra flight yang dioperasikan maskapai. Tercatat lebih dari 1.136 penerbangan tambahan dioperasikan sepanjang 13 hingga 17 Maret 2026 untuk mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan udara.

Sementara itu, pada puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 570.959 orang dengan total 4.043 pergerakan pesawat. Meski terjadi lonjakan signifikan, operasional bandara tetap berjalan lancar.

Menurut Pahlevi, kelancaran ini tidak lepas dari kesiapan operasional yang matang, termasuk dukungan pengamanan dari berbagai pihak.

"Rencana operasi yang matang serta dukungan dari stakeholders, termasuk dukungan pengamanan dari BKO TNI - Polri dengan 578 personel, memungkinkan seluruh bandara InJourney Airports dapat mengantisipasi peningkatan trafik penerbangan dan jumlah penumpang pesawat pada puncak arus mudik. Kesiapan secara Prediktif menjadi kunci kelancaran puncak arus mudik," katanya. 

Baca Juga: Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Adapun lima bandara tersibuk selama periode tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dengan 1,06 juta penumpang, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 390.853 penumpang, Bandara Juanda Surabaya 266.910 penumpang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 211.177 penumpang, serta Bandara Kualanamu Deli Serdang 145.305 

Load More