Bisnis / Energi
Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:14 WIB
Peta energi global mendadak membara. Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memicu guncangan hebat pada pasokan energi dunia. Foto Gemini AI.
Baca 10 detik
  • Konflik AS-Israel-Iran picu kenaikan harga BBM di 95 negara akibat macetnya Selat Hormuz.
  • Harga bensin Kamboja meroket 67,81%, sementara BBM oktan 95 di Indonesia naik 2,65%.
  • Krisis energi ancam stok pangan dunia; Bangladesh dan Pakistan mulai batasi aktivitas warga.

Suara.com - Peta energi global mendadak membara. Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memicu guncangan hebat pada pasokan energi dunia.

Sedikitnya, 95 negara melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan akibat terganggunya jalur distribusi vital di Selat Hormuz.

Melansir Al Jazeera, Jumat (20/3/2026), macetnya pengiriman minyak dari kawasan Teluk menjadi biang keladi utama. Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi energi dunia, kini nyaris terhenti total, memaksa harga bensin meroket di berbagai belahan bumi.

Kawasan Asia menjadi yang paling babak belur. Ketergantungan yang tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah membuat negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan dalam posisi siaga satu. Jepang diketahui mengimpor 95 persen kebutuhan minyaknya dari Teluk, sementara Korea Selatan mencapai 70 persen.

Kondisi lebih tragis terlihat di Asia Selatan. Bangladesh bahkan harus mengambil langkah ekstrem dengan menutup seluruh universitas demi menghemat energi. Sementara Pakistan memberlakukan kebijakan kerja empat hari sepekan dan menutup sekolah-sekolah akibat tipisnya cadangan fiskal.

Berdasarkan data Global Petrol Prices, berikut negara dengan lonjakan harga BBM paling gila:

  • Kamboja: naik 67,81 persen
  • Vietnam: naik 49,73 persen
  • Nigeria: naik 35,02 persen
  • Laos: naik 32,94 persen
  • Kanada: naik 28,36 persen.

Indonesia tidak luput dari badai ini. Harga bensin oktan 95 di tanah air tercatat merangkak naik 2,65 persen, dari US$0,72 per liter menjadi US$0,74 per liter. Di Amerika Serikat sendiri, harga bensin reguler melonjak 20 persen menjadi US$3,58 per galon, bahkan menembus US$5 di wilayah California.

Kenaikan harga energi ini bak efek domino. Selain membebani sektor transportasi, dunia kini dihantui lonjakan harga pangan global. Komponen energi yang vital dalam produksi pupuk dan distribusi makanan diprediksi akan mencekik negara-negara berpendapatan rendah.

95 negara melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan akibat terganggunya jalur distribusi vital di Selat Hormuz. Foto Gemini AI.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara

Load More