- Harga minyak Brent dan WTI melemah signifikan setelah Presiden Trump mengindikasikan negosiasi dengan Iran terkait konflik Timur Tengah.
- Trump menyebut AS menarik ancaman serangan energi karena kedua pihak sedang membuka jalur komunikasi dan bernegosiasi.
- Iran membantah pembicaraan langsung dengan AS dan memperingatkan harga minyak akan tetap bergejolak tanpa stabilitas kawasan.
Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (Kamis Pagi waktu Indonesia) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan adanya proses negosiasi antara Washington dan Teheran terk ait konflik yang memanas di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent patokan global turun 2,2 persen ke level USD 102,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga merosot 2,2 persen menjadi USD 90,32 per barel.
Pelemahan harga terjadi setelah Trump menyatakan bahwa AS tengah membuka jalur komunikasi dengan Iran. Bahkan, ia mengaku telah menarik ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
"Mereka berbicara kepada kita, dan mereka berbicara hal yang masuk akal," kata Trump.
Trump menambahkan, keputusan untuk menahan eskalasi militer diambil berdasarkan fakta bahwa kedua belah pihak sedang bernegosiasi.
Meski demikian, pihak Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS. Media pemerintah Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima upaya gencatan senjata yang diusulkan Washington.
Laporan The New York Times menyebutkan bahwa AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran guna mengakhiri konflik. Proposal tersebut dikabarkan disampaikan melalui Pakistan, meski belum jelas sejauh mana telah diterima oleh pejabat Iran.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar energi global. Juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa harga minyak akan tetap bergejolak dan tidak akan kembali normal hingga stabilitas kawasan benar-benar terjamin.
Iran juga memberikan sinyal terkait jalur pelayaran energi global. Melalui pernyataan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran menyebut kapal-kapal non-musuh masih dapat melintas di Selat Hormuz selama berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan di kawasan ini terjadi sejak serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang berdampak besar terhadap distribusi energi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas
-
Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online