Bisnis / Energi
Kamis, 26 Maret 2026 | 08:14 WIB
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI melemah signifikan setelah Presiden Trump mengindikasikan negosiasi dengan Iran terkait konflik Timur Tengah.
  • Trump menyebut AS menarik ancaman serangan energi karena kedua pihak sedang membuka jalur komunikasi dan bernegosiasi.
  • Iran membantah pembicaraan langsung dengan AS dan memperingatkan harga minyak akan tetap bergejolak tanpa stabilitas kawasan.

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (Kamis Pagi waktu Indonesia) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan adanya proses negosiasi antara Washington dan Teheran terk ait konflik yang memanas di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent patokan global turun 2,2 persen ke level USD 102,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga merosot 2,2 persen menjadi USD 90,32 per barel.

Pelemahan harga terjadi setelah Trump menyatakan bahwa AS tengah membuka jalur komunikasi dengan Iran. Bahkan, ia mengaku telah menarik ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

"Mereka berbicara kepada kita, dan mereka berbicara hal yang masuk akal," kata Trump.

Trump menambahkan, keputusan untuk menahan eskalasi militer diambil berdasarkan fakta bahwa kedua belah pihak sedang bernegosiasi.

Kolase foto Ebrahim Zolfaghari-Donald Trump [Suara.com]

Meski demikian, pihak Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS. Media pemerintah Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima upaya gencatan senjata yang diusulkan Washington.

Laporan The New York Times menyebutkan bahwa AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran guna mengakhiri konflik. Proposal tersebut dikabarkan disampaikan melalui Pakistan, meski belum jelas sejauh mana telah diterima oleh pejabat Iran.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar energi global. Juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa harga minyak akan tetap bergejolak dan tidak akan kembali normal hingga stabilitas kawasan benar-benar terjamin.

Iran juga memberikan sinyal terkait jalur pelayaran energi global. Melalui pernyataan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran menyebut kapal-kapal non-musuh masih dapat melintas di Selat Hormuz selama berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Baca Juga: Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan di kawasan ini terjadi sejak serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang berdampak besar terhadap distribusi energi global.

Load More