- Pada Kamis, 26 Maret 2026, IHSG dibuka menguat lalu turun ke level 7.294 pada pukul 09.05 WIB.
- Volume transaksi mencapai 5,42 miliar saham dengan nilai Rp 20,07 triliun; 336 saham naik, 191 saham turun.
- IHSG diproyeksikan bergerak sideways akibat sentimen global dan regional yang masih beragam pada perdagangan hari itu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan, Kamis, 26 Maret 2026. IHSG awal dibuka menguat 0,16 persen ke level 7.313.
Namun, mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru langsung merosot 0,10 persen ke level 7.294.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,07 triliun, serta frekuensi sebanyak 159.200 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 336 saham bergerak naik, sedangkan 191 saham mengalami penurunan, dan 431 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, GIAA, SSTM, SOTS, ARTA, ESTI, TALF, LRNA, INDS, BELL, YELO, PGJO.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ROCK, ICON, NTBK, SMLE, ICON, SMMA, RONY, ESTA, TIRA, HAIS, BBLD, MSIE.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini muncul di tengah sentimen global dan regional yang masih beragam.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, pergerakan IHSG akan cenderung datar setelah sebelumnya ditutup menguat signifikan.
Baca Juga: Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
"IHSG diperkirakan bergerak sideways di tengah sentimen campuran dari pasar regional dan global," tulis analis dalam riset hariannya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 2,8 persen ke level 7.302. Penguatan ini sejalan dengan kinerja bursa global yang juga menghijau.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu (25 Maret). Indeks Dow Jones naik 0,66 persen, S&P 500 menguat 0,54 persen, dan Nasdaq melonjak 0,77 persen.
Penguatan di Wall Street didorong oleh turunnya harga minyak serta meningkatnya optimisme investor terhadap potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat turun 0,64 pers ke level 4,332 persen. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) justru menguat 0,17% ke posisi 99,60.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun 2,2 persen ke USD 102 per barel. Sementara itu, harga batu bara terkoreksi 1,6 persen, sedangkan nikel dan CPO masing-masing menguat 2,3 persen. Harga emas juga naik tipis 0,7 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri