- Data PIHPS per 27 Maret 2026 menunjukkan pergerakan harga pangan nasional bervariasi pasca Idul Fitri, dengan beberapa komoditas turun dan lain tetap naik.
- Harga kelompok cabai dan bawang cenderung menurun signifikan dibandingkan 19 Maret, namun cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan harga.
- Protein hewani menunjukkan tren campuran; telur dan ayam ras turun, sementara daging sapi kualitas I dan II mengalami kenaikan harga.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional mulai menunjukkan pola yang lebih variatif setelah sebelumnya mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejumlah komoditas tercatat mengalami penurunan, sementara sebagian lainnya masih menunjukkan kenaikan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 27 Maret 2026, fluktuasi harga terjadi di berbagai kelompok komoditas, mulai dari hortikultura hingga protein hewani.
Pada kelompok cabai, harga mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi 19 Maret 2026. Cabai rawit merah kini berada di level Rp81.950 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp125.850 per kilogram.
Cabai merah besar juga turun menjadi Rp51.100 per kilogram dari Rp73.250 per kilogram. Sementara cabai merah keriting tercatat Rp47.600 per kilogram, lebih rendah dibandingkan Rp64.350 per kilogram pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan menjadi Rp63.450 per kilogram dari sebelumnya Rp57.950 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah turun menjadi Rp47.050 per kilogram dari Rp55.300 per kilogram. Bawang putih juga mengalami penurunan ke Rp40.450 per kilogram dari Rp47.350 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga telur ayam ras segar tercatat Rp33.700 per kilogram, turun dari Rp35.800 per kilogram. Daging ayam ras segar juga turun ke Rp42.500 per kilogram dari sebelumnya Rp47.350 per kilogram.
Namun, harga daging sapi mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas I kini berada di Rp151.950 per kilogram, naik dari Rp149.900 per kilogram. Sementara kualitas II tercatat Rp143.950 per kilogram dari sebelumnya Rp139.900 per kilogram.
Harga beras relatif stabil dengan pergerakan terbatas. Beras kualitas bawah I turun menjadi Rp15.050 per kilogram dari Rp15.650 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II berada di Rp14.850 per kilogram dari Rp15.250 per kilogram.
Baca Juga: H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
Beras kualitas medium I tercatat Rp16.050 per kilogram, turun dari Rp16.450 per kilogram. Sementara medium II naik menjadi Rp16.150 per kilogram dari Rp15.700 per kilogram.
Untuk beras kualitas premium, super I turun ke Rp17.150 per kilogram dari Rp18.000 per kilogram, sedangkan super II berada di Rp16.800 per kilogram dari Rp17.200 per kilogram.
Pada komoditas gula, harga gula pasir premium turun menjadi Rp20.000 per kilogram dari Rp22.700 per kilogram. Gula pasir lokal juga turun ke Rp19.000 per kilogram dari Rp19.950 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan tren campuran. Minyak goreng curah turun ke Rp19.900 per kilogram dari Rp21.000 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp23.050 per kilogram dari Rp25.600 per kilogram, sedangkan bermerek II berada di Rp22.150 per kilogram dari Rp23.250 per kilogram.
Jika melihat pergerakan harian pada 27 Maret 2026, sejumlah komoditas juga mengalami perubahan tipis. Harga bawang merah tercatat naik sekitar 5,26 persen atau Rp2.350 dibanding hari sebelumnya, sementara bawang putih naik 0,62 persen atau Rp250.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Menghijau Hari Ini, Cabai Rawit Merah Turun Tajam
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Cabai Rawit Masih Tinggi, Harga Pangan Nasional Mulai Turun Bertahap
-
Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi