Bisnis / Keuangan
Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah signifikan pada Jumat, 27 Maret 2026, mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah didorong oleh sentimen kenaikan harga minyak dunia serta penguatan dolar Amerika Serikat akibat konflik Timur Tengah.
  • Bank Indonesia mengubah batas maksimum pembelian valas menjadi 50.000 dolar AS per pelaku mulai berlaku April mendatang.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus merosot pada penutupan, Jumat, 27 Maret 2026. Kondisi ini membuat mata uang garuda mulai nyaris tembus level Rp 17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp16.979 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,45 persen dibanding penutupan pada Kamis (25/3/2026) yang berada di level Rp 16.904 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.957  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah terus ambles karena sentimen kenaikan harga minyak dunia. 

BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]

"Rupiah tertekan sentimen risk off yang kuat oleh kenaikan harga minyak mentah dunia dan penguatan dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menjelaskan, investor masih khawatir perkembangan seputar perang di Timur Tengah dan mengabaikan pernyataan dari Presiden Donald Trump yang mengatakan akan menangguhkan penyerangan ke fasilitas minyak Iran. 

"Sepekan depan rupiah diperkirakan masih akan terus tertekan, dan perkembangan di Timur Tengah masih akan menjadi faktor utama," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi.  Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,81 persen Disusul, peso Filipina yang ditutup ambles 0,49 persen.

Selanjutnya, ringgit Malaysia tertekan 0,4 persen dan dolar Taiwan yang ditutup turun 0,12 persen. Lalu, dolar Singapura yang terdepresiasi 0,11 persen. 

Baca Juga: Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Berikutnya ada yen Jepang yang turun 0,07 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,06 persen pada sore ini. 

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12 persen

Kemudian, won Korea Selatan dan yuan China yang sama-sama menguat 0,01 persen terhadap the greenback.

Load More