- Rupiah melemah 0,18% menjadi Rp16.935 per dolar AS pada Jumat (27/3/2026) dibanding penutupan Kamis.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global, meliputi risk off dan keraguan investor terhadap Timur Tengah.
- Mata uang Asia beragam; ringgit Malaysia melemah terdalam, sementara yen Jepang menguat paling besar.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar melemah pada pembukaanhari ini. Padahal, mata uang garuda sempat menguat pada Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (27/3/2026) dibuka ke level Rp16.935 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,18 persen dibanding penutupan pada Kamis (25/3/2026) yang berada di level Rp16.904 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.903 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap di tengah meningkatnya sentimen risk off dan harga minyak," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, pelemahan rupiah juga disebabkan sikap investor yang masih ragu terhadap perang di Timur Tengah.
"Adanya keraguan investor akan perundingan damai AS-Iran. Range 16.850-16.950," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,3 persen.
Lalu, ada peso Filipina yang tertekan 0,19 persen dan dolar Hong Kong yang turun 0,05 persen. Disusul, dolar Taiwan yang melemah tipis 0,04 persen.
Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19 persen. Berikutnya, baht Thailand dan won Korea Selatan yang sama-sama terangkat 0,18 persen.
Baca Juga: Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
Diikuti, dolar Singapura yang naik 0,008 persen. Kemudian yuan China menguat tipis 0,001 persen terhadap the greenback pada pagi ini.
Berita Terkait
-
Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893
-
Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893
-
Rupiah Ditutup ke Level Rp16.886 per Dolar AS, Analis: BI Tak Bisa Terus Intervensi
-
Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor